![]()
Universitas Pembangunan Pancabudi memiliki komitmen yang tinggi agar memperkuat hubungan dan kepedulian terhadap pemangku kepentingan eksternal. Dalam program – program yang dijalankan tidak hanya melibatkan dosen, tetapi juga mahasiswa, untuk mengasah kemampuan mereka dalam berinteraksi langsung dengan dunia industri dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Sebagai perguruan tinggi yang memiliki tugas dan fungsi dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat (PPM), Universitas Pembangunan Pancabudi berusaha mewujudkan kedekatan dan kepedulian terhadap para pemangku kepentingan eksternal. Upaya ini dilakukan tidak hanya menjadi tanggung jawab dosen, tetapi juga mahasiswa. Melalui pelaksanaan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) merupakan salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi. Salah satu program dari kebijakan MBKM adalah hak belajar tiga semester di luar Program Studi. Program tersebut merupakan amanah dari berbagai regulasi / landasan hukum pendidikan tinggi dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran dan lulusan pendidikan tinggi. Melalui skema ini, mahasiswa dikondisikan untuk melakukan setidaknya empat hal, yaitu:1. Menentukan secara otonom pengalaman belajar yang akan ditempuh;2. Berpikir dan bersikap lintas disiplin (interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner);3. Mengembangkan hard skill dan soft skill;4. Meningkatkan pengalaman belajar di luar perkuliahan.
Desa Pekan Kuala yang berlokasi di Jln. Peltu Mas Yunan No. 39 Kecamatan Kuala Langkat merupakan salah satu desa yang saat ini sedang berkembang sehingga banyak program desa yang telah diagendakan dari pihak kantor desa untuk dapat diimplementasikan ke masyarakat. Adapun program desa tersebut antara lain penyuluhan pos yandu, bantuan sejenis BLT, program dana desa, gotong royong, surat keterangan dan lain –lain. Namun ironisnya terkadang tidak semua program desa dapat sampai ke masyarakat dan bila pun diketahui terkadang cukup lama. Atas kondisi situasi permasalahan desa di atas maka dosen, mahasiswa UNPAB dan desa pekan kuala mencoba untuk bekerja sama dalam bentuk penyampaian informasi untuk masyarakat desa dalam bentuk penerapan mikrokontroler untuk teks berjalan sebagai informasi program desa ke masyarakat. Diharapkan dengan adanya teks berjalan ini dapat membantu pihak desa dan masyarakat dalam penyebaran dan menerima informasi baru terkait program desa.
Bagikan berita ini :







