![]()
Medan – Bnews.id: Viralnya dimedia sosial Video berdurasi 26 menit suntik vaksin anak menjadi sorotan. Dalam video tersebut terlihat seorang anak Sekolah Dasar disu tuk vaksin oleh seorang petugas tenaga kesehatan.
Namun dalam video tersebut terlihat petugas nakes yang memakai baju warna merah, tidak menunjukan mengisi vaksin dalam sped spuit sebelum menyuntikan ke lengan anak. Sehingga menjadi sorotan orang tua anak sekolah tersebut.
Terkait viralnya dimedia sosial tentang Video suntik Vaksin Anak yang diduga kosong pada satu tempat di Medan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Dr. Taufik Ririansyah, diruang kerjanya (21/1), membenarkan atas adanya kegiatan Vaksinasi Anak yang diselenggarakan oleh Polres Pelabuhan Belawan di SD Dr. Wahidin Medan labuhan, (17/1).
” Saat ini kita sudah koordinasi kepada Polres Pelabuhan Belawan. Polres Pelabuhan Belawan sedang melakukan investigasi kasus tersebut”, katanya.
Namun pihak Dinas Kesehatan Kota Medan belum mengetahui dengan pasti atas kebenaran suntik Vaksin Kosong tersebut.
Saat ditanya berapa jumlah anak yang diduga menjadi korban suntik vaksin kosong tersebut, Kadis Kesehatan Kota Medan menjelaskan tidak lebih dari 2 anak.
” Dari hasil koordinasi kepada Polres Pelabuhan Belawan, diduga ada 2 anak “, jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pada saat kegiatan vaksinasi anak tersebut, vaksinator tidak kekurangan vaksin.
“Masih berlebih sekitar 5 viral lagi, 1 viral 10 dosis”, bebernya.
Dr. Taufik Ririansyah memaparkan bahwa timnya akan melakukan peninjauan terhadap anak yang diduga menjadi korban vaksin suntik kosong serta menunggu hasil investigasi Polres Pelabuhan Belawan.
Pemerintah Kota Medan telah memulai Vaksinasi Anak usia 6-11 tahun sejak 17 Januari 2022 lalu. (Dodi Kurniawan).
Share this content:






Comment