GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Pendidikan
Home » BSI Ajak Gen Z UMSU Kenali Sisi Modern Perbankan Syariah yang Selaras dengan Gaya Hidup Berkelanjutan

BSI Ajak Gen Z UMSU Kenali Sisi Modern Perbankan Syariah yang Selaras dengan Gaya Hidup Berkelanjutan

BSI Ajak Gen Z UMSU
Kuliah Umum Bertajuk "Capita Selecta: Perkembangan Perbankan Syariah" Di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan. (Foto: Bnews.id/ist)

Loading

Medan, BNEWS.ID – Sistem perbankan syariah dinilai semakin relevan dengan gaya hidup generasi Z (Gen Z) yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial atau conscious living. Hal tersebut disampaikan Komisaris PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), Sigit Pramono, dalam kuliah umum bertajuk Capita Selecta: Perkembangan Perbankan Syariah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Rabu (15/7)

Kegiatan tersebut juga dihadiri Komisaris Independen BSI Nizar Ahmad Saputra serta Regional CEO BSI Region II Medan Taufan Anshari.

Dalam paparannya, Sigit mengajak mahasiswa melihat perbankan syariah sebagai sistem keuangan yang modern, inovatif, dan beretika. Menurutnya, seluruh operasional bank syariah berlandaskan pada Maqashid Syariah yang memiliki tujuan sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).

“Perbankan syariah berupaya menciptakan keseimbangan antara People, Profit, dan Planet. Karena itu, bank syariah memiliki batasan yang tegas untuk tidak mendanai industri yang dapat merugikan tatanan masyarakat, seperti industri minuman keras dan rokok,” ujar Sigit.

TNI Tanamkan Wawasan Kebangsaan Siswa Baru SMA Negeri 18 Medan

Ia juga menyoroti posisi Indonesia di kancah global. Berdasarkan laporan Global Islamic Economy Indicator* (GIEI) 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam pengembangan ekonomi syariah. Namun, pangsa pasar perbankan syariah di dalam negeri masih relatif rendah dibandingkan negara mayoritas Muslim lainnya, seperti Arab Saudi yang telah mencapai sekitar 63 persen dan Malaysia sekitar 30 persen.

Menurut Sigit, untuk meningkatkan pangsa pasar tersebut, industri perbankan syariah perlu terus memperkuat literasi masyarakat, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan kapasitas permodalan. Upaya itu juga sejalan dengan dukungan pemerintah yang menjadikan pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu program prioritas dalam Visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Mengakhiri kuliah umum, Sigit mengajak mahasiswa untuk tidak ragu beralih ke layanan perbankan syariah. Ia menegaskan bahwa inovasi mobile banking dan ekosistem digital yang dimiliki bank syariah saat ini mampu bersaing dengan layanan perbankan konvensional.

Melalui kegiatan literasi ini, BSI berharap generasi Z dapat menjadi agen perubahan di sektor keuangan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih adil, produktif, inklusif, dan berkelanjutan. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share