GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Business Ekonomi
Home » PRSU ke-50 Tahun 2026 Belum Mampu Dongkrak Kunjungan, Pelaku UMKM: Kami Tak Bergairah dan Tiket Mahal

PRSU ke-50 Tahun 2026 Belum Mampu Dongkrak Kunjungan, Pelaku UMKM: Kami Tak Bergairah dan Tiket Mahal

PRSU ke-50 Tahun 2026 Belum Mampu Dongkrak Kunjungan
Pelaku UMKM di Kawasan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Ke-50. (Foto: Bnews.id)

Loading

Medan, BNEWS.ID – Penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026, dinilai belum menunjukkan gaung sebagaimana yang diharapkan jadi penggerak ekonomi kerakyatan. Justru sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di PRSU mengaku masih menunggu lonjakan jumlah pengunjung karena transaksi penjualan selama hari kerja belum menggembirakan.

Sejak rabu (8/7/2026) malam, terlihat suasana di Penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara yang relatif lengang di sejumlah titik arena pameran. Arus pengunjung belum terlihat padat, sementara panggung utama yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya hanya disaksikan berapa orang hitungan jari.

Kondisi serupa juga tampak di area stan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kabupaten/kota, hingga deretan stan UMKM. Banyak pedagang terlihat lebih banyak menunggu calon pembeli, sedangkan sebagian besar pengunjung hanya berjalan-jalan menikmati suasana tanpa melakukan transaksi.

Situasi tersebut menjadi perhatian para pelaku usaha. Mereka menilai minimnya jumlah pengunjung berdampak langsung terhadap omzet, padahal biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti PRSU tidak sedikit, mulai dari sewa stan, dekorasi, pengadaan stok barang hingga biaya operasional selama pameran berlangsung.

Bupati Deli Serdang Luncurkan Implementasi Awal Si PANDAI

Salah seorang pelaku UMKM penjual kopi, Luza, mengatakan dirinya masih bersyukur karena tetap memperoleh pembeli setiap hari. Namun, penjualan selama hari kerja masih jauh dari target yang diharapkan.

“Kami menjual kopi Mandailing, kopi susu, termasuk yang paling diminati kopi susu pandan dan kopi susu aren. Alhamdulillah masih ada pembeli, tetapi memang tidak seramai saat pembukaan ataupun akhir pekan,” katanya.

Seluruh produk yang dijual dibanderol sekitar Rp20 ribu per gelas. Menurut Luza, harga tersebut masih cukup terjangkau bagi berbagai kalangan. Meski demikian, rendahnya jumlah pengunjung pada hari kerja membuat penjualan ikut melambat.

“Kalau hari biasa memang sepi. Pengunjung masyarakat juga jarang-jarang sepertinya kami Tak Bergairah apalagi Tiket Naik,” sebutanya.

Luza menilai salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya tingkat kunjungan adalah kenaikan harga tiket masuk PRSU dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, masyarakat kini lebih selektif dalam membelanjakan uang di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Majukan Ekonomi Masyarakat, PT Inalum Jajakan Produk Hasil UMKM Binaan di PRSU ke-50

“Kalau menurut saya, tiket masuk cukup berpengaruh. Orang jadi mikir lagi. Sudah bayar tiket, nanti masih beli makan, minum, atau belanja. Akhirnya banyak yang memilih tidak datang,” ungkapnya.

Ia menilai tarif tiket pada akhir pekan masih dapat diterima apabila dibarengi konser musik atau hiburan berskala besar. Namun untuk hari kerja, harga tiket sebaiknya dievaluasi agar lebih ramah bagi masyarakat.

“Kalau tiket lebih terjangkau, masyarakat punya sisa uang untuk belanja produk UMKM. Kami juga yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Selain itu, Luza berharap penyelenggara dapat memperbanyak agenda hiburan, lomba, pertunjukan seni, hingga kegiatan interaktif setiap hari agar masyarakat memiliki alasan datang ke PRSU, bukan hanya saat akhir pekan.

“Sebaiknya kegiatan ditambah lagi supaya orang tertarik datang setiap hari, bukan cuma pas weekend,” katanya.

KAI Sumut Layani 140 Ribu Penumpang Selama Libur Sekolah, KA Putri Deli Jadi Favorit

Pada penyelenggaraan PRSU ke-50 tahun ini, harga tiket masuk dipatok sebesar Rp35.000 untuk hari biasa dan Rp75.000 pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu).Angka tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang hanya Rp10.000 pada hari biasa dan Rp35.000 saat hari libur.

Bagi sebagian pelaku UMKM, kebijakan harga tersebut dinilai turut memengaruhi minat masyarakat untuk datang. Mereka berharap penyelenggara dapat melakukan evaluasi terhadap skema tiket maupun menambah variasi kegiatan agar PRSU benar-benar kembali menjadi pesta rakyat yang mampu mendongkrak penjualan produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Seiring masih berlangsungnya pelaksanaan PRSU 2026, para pelaku usaha berharap jumlah pengunjung akan meningkat menjelang akhir pekan maupun mendekati penutupan acara. Dengan semakin ramainya masyarakat yang hadir, peluang transaksi di stan-stan UMKM juga diharapkan ikut meningkat sehingga tujuan utama penyelenggaraan PRSU sebagai wadah promosi dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dapat tercapai secara optimal. (Fahmi)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share