![]()
Deli Serdang, BNEWS.ID – Cuaca buruk berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda Dusun I, Desa Dalu Sepuluh B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu petang sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa yang terjadi menjelang malam itu membuat warga panik karena hembusan angin datang secara tiba-tiba dengan kekuatan yang cukup besar.
Menurut keterangan warga, sejak sore hari langit di kawasan tersebut mulai tampak gelap disertai awan tebal yang bergerak cepat. Tidak lama kemudian hujan turun dengan intensitas tinggi. Di tengah derasnya hujan, angin kencang menerjang permukiman warga dan area persawahan, menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Salah satu rumah yang terdampak adalah milik Ibu Masda yang berada di Dusun I. Kuatnya terpaan angin mengakibatkan beberapa lembar seng pada bagian atap rumah terlepas dan beterbangan. Saat kejadian, penghuni rumah berusaha menyelamatkan barang-barang di dalam rumah agar tidak terkena rembesan air hujan yang masuk melalui bagian atap yang rusak.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, warung milik Bapak Heri Kiswanto yang berada di tepi area persawahan juga mengalami kerusakan cukup parah. Angin yang menerjang dari arah persawahan menghantam bangunan warung hingga menyebabkan steling kaca pecah berantakan. Selain kerusakan pada etalase, sejumlah perlengkapan usaha dan barang dagangan turut mengalami kerusakan akibat terpaan angin dan guyuran hujan.
Musibah serupa juga dialami Pipin Saputra. Atap rumah yang terbuat dari seng tidak mampu menahan kekuatan angin sehingga beberapa bagian terlepas dan terbang hingga jatuh ke area persawahan di sekitar rumah. Kejadian itu membuat warga sekitar berhamburan keluar untuk memastikan kondisi lingkungan dan membantu mengamankan material yang berpotensi membahayakan.
Selain merusak rumah dan tempat usaha warga, cuaca ekstrem tersebut juga mengakibatkan sebuah pohon tumbang di Jalan Benteng yang berada di tepi persawahan. Pohon yang roboh sempat menghalangi sebagian badan jalan dan mengganggu mobilitas warga yang melintas. Di lokasi lain, sebuah tiang listrik milik PLN juga dilaporkan roboh akibat kuatnya hembusan angin. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena berpotensi membahayakan pengguna jalan dan mengganggu pasokan listrik di sekitar lokasi kejadian.
Mendapat laporan dari masyarakat, Babinsa Koramil 0201-16/TM, Serka Rohmat, bersama perangkat Desa Dalu Sepuluh B dan warga setempat langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Mereka mendata rumah-rumah yang mengalami kerusakan, memeriksa kondisi warga terdampak, serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang diperlukan pascabencana.
“Prioritas utama kami adalah memastikan kondisi warga dalam keadaan aman serta melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut,” ujar Serka Rohmat.
Warga secara gotong royong mulai membersihkan material bangunan yang berserakan, memangkas ranting pohon yang patah, serta menyingkirkan puing-puing yang mengganggu akses jalan. Semangat kebersamaan terlihat ketika masyarakat saling membantu memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan ringan agar dapat kembali ditempati dengan aman.
Beruntung, dalam peristiwa cuaca ekstrem tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, kerugian material yang dialami warga diperkirakan cukup besar dan masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Hingga saat ini, Babinsa Koramil 0201-16/TM bersama pemerintah desa terus melakukan koordinasi untuk mempercepat penanganan dampak bencana. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah sewaktu-waktu, terutama saat memasuki musim hujan yang kerap disertai angin kencang dan cuaca ekstrem. (F08)
Share this content:






Comment