![]()
Pekanbaru— Suasana ceria terlihat di TK IT Al Izhar, Kota Pekanbaru, Selasa (21/4/2026), ketika anak-anak dengan antusias menyebutkan berbagai makanan yang mereka kenal. Dari ayam, telur, hingga tempe, jawaban sederhana itu menjadi pintu masuk bagi edukasi penting tentang gizi sejak usia dini.
Di sekolah yang berlokasi di Jalan HR Subrantas Km 15, Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tuah Madani tersebut, DPW Forum Tempe Indonesia (FTI) Riau bersama Jurusan Gizi Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UIN Suska Riau menggelar kegiatan edukasi bertema “Mengenal Sumber Protein untuk Tumbuh Kembang Anak.”

Kegiatan ini juga melibatkan Laboratorium Teknologi Pasca Panen (Lab TPP), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Gizi, serta komunitas Nutrition Learning Action Club (N-LAC) sebagai bagian dari kolaborasi lintas elemen dalam penguatan literasi gizi masyarakat.
Ketua panitia, Mohd Sarli, S.Gz., RD, mengatakan bahwa pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini dirancang agar sesuai dengan karakter anak usia dini.
“Edukasi gizi harus disampaikan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, agar anak-anak mudah memahami dan mengingatnya,” katanya.
Materi disampaikan oleh Idri Iqra Fikha, S.Gz., M.Gizi dan Dr. Kodarni, S.St., M.Pd, CIIQA yang mengenalkan pentingnya protein bagi pertumbuhan anak, baik untuk perkembangan fisik maupun kognitif. Melalui media visual dan interaksi langsung, anak-anak diajak mengenal berbagai sumber protein yang dekat dengan keseharian mereka.
“Tempe menjadi salah satu contoh pangan lokal yang kami perkenalkan. Selain mudah didapat, kandungan proteinnya juga baik untuk pertumbuhan anak,” ujar Idri.
Menurutnya, pengenalan makanan bergizi sejak dini dapat membantu membentuk kebiasaan makan sehat yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kodarni menambahkan bahwa peran lingkungan sekitar, terutama keluarga dan sekolah, sangat penting dalam membangun pola makan anak.
“Jika sejak kecil anak terbiasa dengan makanan bergizi, maka itu akan menjadi kebiasaan hingga dewasa,” katanya.
Ketua Umum DPW FTI Riau, Dr. Tahrir Aulawi, S.Pt., M.Si menilai kegiatan edukasi ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi.
“Pangan lokal seperti tempe memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan gizi masyarakat. Edukasi sejak dini menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran tersebut,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penguatan literasi gizi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak.
Sementara itu, Ketua Program Studi Gizi FPP UIN Suska Riau, Sofya Maya, S.Gz., M.Si menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Ilmu yang dikembangkan di kampus harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Edukasi gizi anak adalah salah satu bentuk kontribusi nyata untuk masa depan generasi bangsa,” katanya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan anak-anak dalam berbagai sesi pengenalan makanan sehat. Melalui pendekatan ini, diharapkan pesan yang disampaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah berbagai tantangan pemenuhan gizi anak, langkah sederhana seperti mengenalkan sumber protein sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (FF)
Share this content:






Comment