![]()
BNEWS.ID, Medan – Tim Operasi SAR Nasional yang dikoordinir oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan akhirnya berhasil menemukan jasad seorang pria yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Korban diketahui bernama Ian (35), yang dilaporkan terseret arus sungai pada Senin (16/02/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Berdasarkan laporan awal, korban saat itu hendak menyeberangi sungai untuk menanam jagung di seberang aliran sungai. Namun nahas, debit air meningkat akibat hujan dan arus sungai yang deras diduga membuat korban tidak mampu melawan arus hingga akhirnya hanyut dan hilang.
Warga setempat sempat melakukan upaya pertolongan, namun korban tidak berhasil ditemukan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk dilakukan operasi pencarian.
Operasi SAR dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan (Basarnas Medan) bersama unsur SAR gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, BPBD, pemerintah setempat, serta masyarakat relawan. Tim rescue dikerahkan lengkap dengan peralatan SAR air, seperti perahu LCR, peralatan rope rescue, serta alat keselamatan lainnya.
Metode pencarian dilakukan dengan penyisiran permukaan sungai, pencarian visual dari darat, hingga penggunaan alat pendeteksi sonar bawah air.
Setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari, jasad korban akhirnya ditemukan pada Kamis (19/02/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban ditemukan sejauh kurang lebih 11 kilometer dari titik awal dilaporkan hanyut. Tim SAR kemudian mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke rumah duka untuk disemayamkan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC), menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Operasi SAR gabungan ini merupakan wujud kerja sama semua pihak untuk memberikan layanan profesional, modern, dan teruji saat menghadapi insiden darurat di wilayah perairan. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika berada di daerah aliran sungai, terutama saat arus deras atau musim hujan,” ujarnya, selasa (24/02/2026).
Ia menegaskan, setiap laporan kejadian serupa akan ditindaklanjuti dengan cepat dan terkoordinasi guna meminimalkan risiko serta potensi korban jiwa. (F08)
Share this content:






Comment