GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Peristiwa Ragam
Home » Ramadan di Bawah Terpal, Ribuan Korban Banjir Bandang Aceh Masih Tinggal di Tenda

Ramadan di Bawah Terpal, Ribuan Korban Banjir Bandang Aceh Masih Tinggal di Tenda

Pengungsi Korban Banjir Bandang Di Kabupaten Aceh Tamiang. (Foto: Bnews.Id)

Loading

BNEWS.ID, Aceh Tamiang – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, ribuan korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang masih hidup di bawah terpal. Hampir tiga bulan sejak bencana 26 November 2025, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan rumah belum juga tampak di lapangan.

Menurut Aisya salah seorang pengungsi, ramadan kali ini dijalani warga dalam kondisi serba terbatas. Di Desa Bundar, 27 kepala keluarga memasak dengan peralatan seadanya di dalam tenda atau dapur umum swadaya. Tanpa fasilitas memadai, mereka tetap berusaha menjalankan ibadah puasa.

Dikatakannya, banjir bandang tidak hanya menghancurkan rumah, tetapi juga sumber penghidupan. Banyak lahan usaha rusak dan aktivitas ekonomi lumpuh total. Untuk bertahan, warga kini menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan seperti buruh angkut, pembersih lumpur, hingga tukang bangunan.

“Yang penting kami masih bisa sahur dan berbuka dari hasil kerja sendiri. Kami jalani dengan sabar,” ujarnya, senin (23/02/2026) kepada awak media.

Promo Akhir Pekan, Elais by ARTOTEL Tawarkan Makan di Hotel Sepuasnya Hanya Rp90 Ribuan

Aisya mengatakan di Desa Sekumur, hanya satu masjid dan dua rumah yang tersisa. Masjid tersebut kini menjadi pusat kegiatan ibadah Ramadan. Warga tetap melaksanakan salat tarawih meski harus melewati puing dan genangan lumpur yang belum sepenuhnya bersih.

“Sampai hari ini kami belum tahu kapan dan di mana huntara akan dibangun. Belum ada tanda-tanda pembangunan,” ungkapnya lagi.

Sementara itu. PCNU Aceh Tamiang mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat langkah nyata. Mereka menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan wacana, tetapi harus diwujudkan melalui pembangunan hunian dan pemulihan ekonomi masyarakat yang hingga kini masih terpuruk.

Sekretaris PCNU Aceh Tamiang, Tgk. Sultan, menegaskan bahwa hingga kini bantuan sahur dan berbuka puasa dari pemerintah belum tersedia secara merata.

“Bantuan untuk sahur dan berbuka belum ada secara menyeluruh. Masyarakat masih berupaya sendiri, baik yang tinggal di rumah tersisa maupun di tenda,” kata Sultan.

SMSI Bidik Posisi Penanggung Jawab Hari Pers Nasional 2027

Disebutkan Sultan, di Kecamatan Karang Baru, tepatnya Desa Dalam dan Desa Bundar, sejumlah keluarga masih bertahan di tenda darurat. Kondisi lebih memprihatinkan terlihat di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak. Sebanyak 1.200 jiwa atau 260 kepala keluarga masih tinggal di tenda yang didirikan di atas puing-puing bekas rumah mereka.

“Meski sejumlah relawan dan lembaga amil zakat telah menyalurkan makanan di beberapa titik, distribusi bantuan belum menjangkau seluruh penyintas,” tutupnya. (Bnews.id/ist)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share