![]()
Medan – Universitas Pembangunan Panca Budi berkolaborasi dengan PT. MSS dalam program magang untuk mahasiswa yang menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya persiapan budaya dan motivasi, serta kendala biaya dan informasi yang kurang benar tentang kerja di Jepang.
Dalam menghadapi fenomena rendahnya jumlah peserta magang yang dikirim ke Jepang, PT. MSS di Jl. Iskandar Muda, Medan, menggelar program penerimaan magang. Tujuannya adalah mengetahui faktor-faktor penghambat jumlah peserta magang, evaluasi rekruitasi dan pelatihan, serta manfaat bagi peserta. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan analisis deskriptif melalui skoring dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor rendahnya jumlah peserta magang dikarenakan kesulitan tes dan ketidaksesuaian program pelatihan dari pihak Sento Cooperative. PT. MSS merespons masalah ini dengan berbagai upaya.

Bapak Hendra Utama sebagai Direktur PT.MMS menyampaikan, kegiatan rekruitasi dan seleksi peserta, beserta pelatihan bahasa, keterampilan, fisik, dan karakter merupakan program yang ditawarkan terdiri dari internship untuk mahasiswa dengan level bahasa Jepang N5 selama 6 atau 12 bulan, serta program kerja di Jepang dengan kontrak 3 atau 5 tahun bagi usia 18-35 tahun dengan level bahasa Jepang N4. PT. MSS juga menyediakan asrama gratis bagi peserta dari luar kota. Upaya pelatihan telah terbukti sukses, namun PT. MSS akan meningkatkan proses seleksi dengan psikotes yang lebih selektif.
Saat ini, PT. MSS telah menerima lebih dari 100 pendaftar yang berminat untuk magang atau bekerja di Jepang. Harapannya, persiapan ini akan membantu peserta mendapatkan penghasilan dan mengubah nasib di Jepang, serta memberikan kontribusi devisi bagi Indonesia.
Share this content:






Comment