Ragam
Home » PPIH Daker Madinah Siapkan Dokumen Jamaah Haji Indonesia Jelang Kepulangan Gelombang Ke-2

PPIH Daker Madinah Siapkan Dokumen Jamaah Haji Indonesia Jelang Kepulangan Gelombang Ke-2

Loading

Medan – bnews.id | Jamaah haji Indonesia gelombang kedua telah diberangkatkan dari Makkah ke Madinah mulai 10 Juli 2023. Para jamaah haji ini akan berada di Madinah selama delapan hari untuk melaksanakan Arbain ibadah salat wajib di Masjid Nabawi tanpa terputus sebelum pulang ke Tanah Air.

Petugas Layanan Kepulangan Daker Madinah akan melakukan proses kepulangan jamaah haji dari Madinah ke Indonesia yang akan dimulai pada 19 Juli 2023.

Meski masih sepekan ke depan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah sudah sibuk menyiapkan dokumen jamaah haji Indonesia untuk proses kepulangan mereka.

Salah satu Petugas Yanpul, Ribut Nur Huda mengatakan proses pengumpulan dan penyiapan dokumen jamaah haji gelombang kedua sudah dilakukan sejak 10 Juli 2023 pada awal kedatangan mereka di Madinah.

Polres Binjai Ungkap Kasus Reskrim Dan Narkoba Kurun Waktu Januari s/d April 2026

“Jamaah yang akan pulang dari Madinah, dokumennya kami siapkan. Prosesnya, diawali paspor jemaah dikumpulkan di Terminal Hijrah, untuk diamankan oleh Muassasah Adilah,” katanya kemarin.

Muassasah Adilah adalah lembaga yang dipercaya dan ditunjuk resmi pemerintah Arab Saudi melalui Kementrian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Lembaga ini bekerja secara integral melayani jemaah haji Indonesia, termasuk dokumen penting jamaah haji.

“Setelah itu, dokumen diserahkan ke penampungan paspor sesuai dengan negaranya, dan disitu akan dicek kelengkapannya, termasuk pemberian boarding pass untuk jemaah,” sambungnya.

Dia menyebut, selain memberikan boarding pass di masing – masing paspor jemaah, pihaknya juga memeriksa paspor jemaah.

Tangani Kasus Viral Secara Humanis, Polres Langkat Raih Penghargaan Komnas PA

Jika ada paspor jemaah yang tidak ada, pihaknya akan segera melakukan koordinasi, untuk memastikan apakah paspor tersebut terselip atau memang tidak ada (hilang).

Proses ini yang membutuhkan waktu sehingga pemeriksaan kelengkapan paspor jemaah dilakukan lebih awal.

“Jika memang paspor jemaah tidak ada, kami segera berkoordinasi dengan KJRI untuk pembuatan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) agar jemaah bisa terbang ke Indonesia,” ujarnya.

Pembuatan SPLP tidak membutuhkan waktu lama, jelasnya lebih lanjut.

“Kami di sini intinya menyiapkan paspor, dan boarding pass kepulangan jemaah. Jika ada kendala dengan dokumen jemaah bisa diselesaikan sejak dini. Kami siap menyiapkan itu,” terangnya.

Prananda Paloh Temui Bobby Nasution: NasDem Siap Dukung Apapun Kapanpun

“Jadi, saat pulang nanti, jemaah tidak disibukkan dengan proses administrasi terkait dengan dokumen,” tandasnya.

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share