![]()
Medan – Bnews.id: Berbagai lembaga kemanusian terus memperjuangkan hak pendidikan anak – anak pengungsi Rohingya di Medan. Sebanyak 40 anak pengungsi Rohingya mengikuti pesantren kilat bulan ramadhan di Hotel Pelangi Jalan Jamin Ginting Medan Selayang, Sumatera Utara, Jumat (15/04/2022).
” Sudah berjalan 5 tahun di Indonesia, pengen balik kekampung halaman, tapi belum bisa,” ungkap Abdul Fattah (18) seorang anak pengungsi asal Myanmar.
Pesantren kilat yang digelar selama 7 hari tersebut, dilaksanakan dengan bantuan tenaga pendidikan dari berbagai Universitas dan lembaga sosial ini akan diisi dengan materi pendidikan akhlak dan belajar membaca alquran dengan baik.
” Kegiatan pesantren kilat akan berlangsung selama 7 hari dengan beberapa program seperti materi membangun akhlak yang mukia dan memperbaiki membaca alquran,” jelas Koordinator Yayasan Goetanyoe, Affan Ramli.
Affan menyebutkan, pesantren kilat yang dilaksanakan, diikuti ada sebanyak 60 anak yang terdiri dari 40 anak pengungsi Rohingya dan 20 anak di Medan.
” Kita gabungkan anak pengungsi dengan anak dari Medan. Pengungsi ada dari Rohingya, Somalia dan Burma,” sebutnya.
Selama masa menunggu resettlement dari negara ketiga, pihaknya terus berupaya memberi edukasi pendidikan dengan bekerja sama kepada universitas dan lembaga kemanusian.
” Kita mempertemukan dengan banyak orang agar mencari solisi bersama -sama. Dari berbagai kamous dan kawan -kawan disini, suapaya hak-hak pendidikan mereka tetap berjalan,” tegasnya.
Diketahui, Pengungsi Ronghiya, Myanmar, Afganistan, Burma dan Somalia telah mengungsi di Medan sejak tahun 2012. (Dodi Kurniawan).
Share this content:






Comment