GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Ragam
Home » Untuk Misi Kemanusiaan Pedagang Kopi Sisihkan 10% Keuntungan

Untuk Misi Kemanusiaan Pedagang Kopi Sisihkan 10% Keuntungan

Loading

BINJAI – Biasanya orang berjualan untuk memperoleh untung sebanyak-banyaknya. Namun tidak demikian halnya bagi Teuku Fajri Maulana. Dia berjualan kopi demi bisa ikut mendonasikan 10 persen keuntungannya untuk membantu misi kemanusiaan melalui lembaga ACT (Aksi Cepat Tanggap) Indonesia.

Dalam bincang-bincang singkat, Ari (28) warga Pasar V, Kec. Binjai Utara itu mengatakan produk kopi khas Aceh yang dijualnya memiliki 4 jenis rasa yakni Sumatera Arabika, Gayo Arabika, Luwak dan Wynne. Dimana, seluruh kopi dibelinya langsung dari para petani kopi di Aceh.

“Jadi uang hasil berjualan kopi selain saya didonasikan untuk misi kemanusiaan juga saya lebihkan untuk membantu para petani kopi agar hidupnya bisa lebih sejahtera,” kata Ari, Rabu (18/3) siang.

Ide awalnya sendiri, kata Ari, karena dari berjualan kopi inilah dirinya memperoleh keuntungan cukup memuaskan. Makanya tidak salah, kalau Ari rela menyisihkan sedikit rejeki yang didapatnya dari berjualan kopi untuk membantu misi kemanusiaan.

RS Adam Malik Dampingi Operasi Clipping Aneurisma Perdana di RSU Haji Medan

“Rugi sih enggak, justru untung malahan. Karena banyak para penikmat kopi yang membeli ke saya, ternyata mereka juga senang bisa ngopi sekalian bisa berbagi untuk sesama,” katanya.

Oleh sebab itu, Ari pun memasang tag line untuk kopi yang dijualnya dengan sebutan Ngopi Sambil Berbagi. Maksudnya, dengan membeli kopinya berarti pembeli sudah ikut mendonasikan uangnya untuk membantu misi kemanusiaan.

“Dan syukur Alhamdulillah ketika saya tawarkan ini ternyata disambut baik oleh pembeli saya. Karena mereka juga senang bisa ikut berbagi,” ujarnya.

Uang donasi hasil penjualan kopinya, kata Ari, disalurkan ACT langsung kepada pengungsi Suriah yang kini sedang mengalami musim dingin ekstrem di luar negeri sana. Disana, mereka sangat membutuhkan bantuan seperti obat-obatan, makanan dan pakaian.

“Semoga donasi yang kita berikan ini bisa sedikit meringankan beban penderitaan mereka (para pengungsi) di Suriah yang ketakutan karena negaranya sedang berkonflik ditambah lagi dengan musim dingin ekstrem yang sedang melanda,” ucapnya.

Perkuat Kolaborasi, GM PLN UID Sumut lakukan Kunjungan Kerja ke Kantor Gubernur Sumatera Utara

Produk kopi yang dijual Ari diberinya dengan nama merek Jeenno. Nama yang diambilnya dari bahasa Aceh yang artinya Sekarang. Meskipun terbilang baru di bisnis ini. Namun pelan-pelan bisnis berjualan kopi Ari kini semakin maju.

Kini Jeenno produk kopi asli yang dijual Ari sudah tersedia di beberapa market place terkenal. Dan Ari juga mempromosikan Jeenno Kopi miliknya di media sosial Instagram. Untuk satu kemasan, Ari menjual seharga Rp. 70 ribu. (Bnews – Wan)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share