![]()
Binjai – Angota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Binjai Joko Basuki, menguji alat rice transplanter yang digunakan untuk menanam padi di sawah dengan tehnik Jajar Legowo (Jarwo), hal ini yang perdana dilakukan di kota Binjai, khsusnya di bidang pertanian.
Bukan hanya beliau, didampingi Ketua Kelompok Tani Setia Jaya, Tumadi, Walikota Binjai M Idham pun turut mencoba penggunaan teknologi baru cara menanam dengan tehnik Jarwo.
Ujicoba yang berlangsung disaksikan oleh masyarakat setempat dan beberapa jajaran dari Pemerintahan kota Binjai. Bertempat di Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera utara (07/07/2020).
Walikota Binjai mengucapkan terimakasih atas kerjasama Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan yang telah mengajarkan petani berkembang dengan cara mandiri, profesional, dan modern. Dan berharap agar hasil dari pertanain kota Binjai bisa menjadi Swasembada pangan.
” seperti yang kita sudah lihat, penggunaan mekanisasi alat-alat pertanian yang cukup modern memudahkan cara penanaman. Namun, kita berharap agar tidak hanya mekanisasi pertaniannya saja, semoga hasilnya juga baik ” kata pak Wali, sapaan karibnya.
Kendati demikian, Walikota juga yakin agar kedepannya pertanian di kota Binjai dapat berkembang” sekali lagi terimakasih untuk Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, semoga ini menjadi amal ibadah untuk kota kita.
Ditempat yang sama, Joko Basuki mengapresiasi kegiatan Kelompok Tani Sumber Karya terkait kemajuan di bidang pertanjan”luar biasa untuk kelomok tani Sumber Karya yang di pimpin pak Tumadi ” ucapnya.
” mereka sudah dapat bantuan berupa alat penanaman, hal ini sangat dibutuhkan karna cukup efisien, lebih murah, dan yang pasti lebih cepat. Semoga alat ini dapat dimanfaatkan lebih baik ” pungkas, jobas panggilan akrabnya.
Pria berciri khas topi koboi itu juga berharap agar pemko setempat memperhatikan kembali kebutuhan petani selanjutnya guna meningkatkan produksi pertanian di kota Binjai. (Bnews -Wan)
Share this content:




Comment