GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Peristiwa
Home » Dua Bulan Terisolasi Pascabanjir, Jembatan Aramco Aih Bobo di Gayo Lues Resmi Difungsikan

Dua Bulan Terisolasi Pascabanjir, Jembatan Aramco Aih Bobo di Gayo Lues Resmi Difungsikan

Jembatan Aramco Aih Bobo di Gayo Lues Resmi Difungsikan. (Foto: Bnews.id/ist)

Loading

BNEWS.ID, Gayo Lues – Setelah lebih dari dua bulan akses jalan terputus akibat banjir bandang, masyarakat di Desa Rigep, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, akhirnya kembali dapat bernapas lega, senin (16/02/2026). Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun jembatan sementara jenis Aramco di atas Sungai Aih Bobo guna memulihkan konektivitas vital menuju pusat pelayanan kesehatan.

Banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan Jembatan Aih Bobo putus diterjang arus deras sungai. Akibatnya, akses masyarakat menuju berbagai layanan publik, terutama fasilitas kesehatan seperti RSUD Muhammad Ali Kasim, lumpuh total.

Selama jembatan terputus, warga dari sembilan desa di dua kecamatan terpaksa melewati jalur hutan berlumpur bahkan menyeberangi sungai secara manual demi mendapatkan pelayanan medis. Kondisi tersebut sangat berisiko, terutama bagi pasien darurat, ibu hamil, dan lanjut usia.

Kini, harapan itu kembali terhubung. Jembatan sementara sepanjang 90 meter tersebut telah rampung dibangun hanya dalam waktu tiga minggu. Infrastruktur darurat ini memungkinkan kendaraan roda dua maupun roda empat melintas dengan lancar.

Polda Sumut Beri Penjelasan Kronologi Tabrakan di Sibolangit dan Berikut Nama – Nama Korban

Ambulans, kendaraan logistik, hingga akses menuju Kebatalyon Raksaka Dharma di wilayah Dabun Gelang kini kembali terbuka. Aktivitas masyarakat pun berangsur normal setelah sempat terhambat cukup lama.

Peresmian jembatan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Irvan Syahputra, mengatakan jembatan Aramco ini bersifat sementara sambil menunggu pembangunan jembatan permanen Aih Bobo.

“Jembatan ini dibangun sebagai solusi cepat agar akses masyarakat tidak terputus terlalu lama. Namun kapasitas maksimal beban kendaraan hanya 10 ton,” ujar Irvan.

Sementara itu, Kepala Desa Bukit, Riduan, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan tersebut. Ia mengungkapkan selama lebih dari dua bulan warganya mengalami kesulitan besar dalam mengakses layanan kesehatan akibat putusnya jembatan.

Breaking News: Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Arus Kendaraan Medan – Berastagi Macet Panjang

“Bagi kami, ini bukan sekadar infrastruktur. Ini jawaban atas kecemasan panjang masyarakat pascabencana,” kata Riduan.

Jembatan sementara Aih Bobo kini menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah krisis, menghubungkan kembali harapan, pelayanan, dan keselamatan masyarakat Gayo Lues pascabencana. (Lan01)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share