Ragam
Home » Bekerja di Kamboja, Pria Asal Binjai Pulang Tinggal Nama 

Bekerja di Kamboja, Pria Asal Binjai Pulang Tinggal Nama 

Loading

Binjai –

Nasib malang dialami Rio Sanderia (20) warga Lingkungan V, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatra Utara. 

Baru tiga bulan bekerja di Phnom Penh, Kamboja. Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Lilis Suriani dan Rahmad Hidayat, dikabarkan sakit dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir (meninggal dunia). 

Kodim 0206/Dairi Tingkatkan Kelayakan Sanitasi Warga melalui Program TMMD ke-130

Beni Ginting (55), selaku ayah sambung almarhum mengakui, kisah yang dialami berawal keberangkatan anaknya sekitar 3 bulan lalu. Dorongan ekonomi, memutuskan Rio untuk mengaduh nasib ke Kamboja. 

“Keberangkatan dia (Rio) karena dorongan ekonomi keluarga kami. Dia dibawa oleh seseorang yang disebut bernama Jeffri warga Brahrang, Kecamatan Binjai Barat. Yang kami ketahui, istri Jeffri merupakan orang Kamboja. Tapi kami tak tahu menahu kerja apa,” kenang Beni. 

Sekitar 3 bulan, dijelaskan dia, keluarga mendapat kabar jika anak sambungnya divonis menderita penyakit paru-paru akut. Mendengar kabar itu, keluarga besar melakukan pertemuan untuk melihat kondisi Rio. 

“Kami juga heran, kok bisa dia (Rio) menderita penyakit. Padahal, tidak ada penyakit bawaan yang dideritanya sebelum berangkat,” ungkap dia. 

“Kami keluarga besar berinisiatif untuk mengumpulkan dana guna melihat kondisi Rio. Saya langsung yang berangkat ke Kamboja,” timpal dia. 

Setetes Darah, Sebingkis Harapan: PLN Sumut Berbagi Kepedulian pada HLN ke-81

Sesampai di Kamboja, Beni sudah melihat anak sambungnya dirawat disalah satu rumah sakit dalam kondisi kritis. Hingga akhirnya tepat hari Senin tanggal 18 Septeber 2023. Pihak rumah sakit menyatakan jika anak sambungnya sudah meninggal dunia. 

Pihak keluarga juga sudah mengurus semua admitrasi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja. Diwacanakan hari ini jenazah sampai Bandara Udara Internasional Kualanamu. Untuk selanjutnya, jenazah akan dikebumikan jika sudah sampai ke rumah duka. 

“Kami curiga dengan kematiannya. Sebab, kami lihat ada luka memar dibagian tangan. Untuk itu, kami berharap pihak berwenang mengusut kematian ini. Dan memeriksa perusahaan yang memberangkatkan Rio,” tegas dia. (Dera)

Share this content:

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Dukung Penegakan Hukum dan Perkuat Pengawasan Takaran BBM di SPBU

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *