![]()
Langkat – Rombongan Tarekat Naqsyabandiah Besilam Babussalam berkunjung ke Pesantren Modern Nuur Arradhyyah di Langkat, Sumatra Utara, Senin pagi, 18 Mei 2020. Dalam silahturahmi tersebut dipimpin langsung Tuan Guru Babussalam, Zikmal Fuad.
Tepat pada pukul 09:00 wib rombonan tiba di pesantren terbesar di Sumut dan langsung disabut hangat oleh Pemilik Pesantren Nuur Arradhyah, H. Muhammad Nur Abu Bakar dan Ketua Yayasan H. Firmansyah, SE, MARS beserta keluarga besar pesantren.
Firman selaku Ketua Yayasan langsung mengajak rombongan Tuan Guru Besilam Babussalam untuk berkeliling komplek dan melihat fasilitas pesantren . Firman selaku mantan santri mengisahkan apa yang dulu kurang memadai dipondok baik sarana dan prasarana, akan disempurnakan di sini.
Tak salah lagi pesantren Nuur Arradhyah disebut pesantren yang memiliki sejumlah fasilitas yang nyaman dan modern, sehingga santri diharapkan dapat betah tinggal disini. Para rombongan mengunjungi satu persatu ruangan santri seperti ruang kelas dan kamar tidur yang dilengkapi AC serta kamar mandi yang dilengkapi dengan shower.
Ketua Yayasan Pesantren Modern Nuur Arradhyah menjelaskan kepada rombongan mengatakan “insyaallah dengan target 6 bulan santri akan mampu berbahasa arab dan inggris, melakukan fardhu kifayah terhadap mayit dan mampu menjadi imam sholat dan khatib di masjid”, ucapnya.
Lebih lanjut, Firman menjelaskan larangan untuk membawa handphone. Untuk berhubungan dengan keluarga santri dibolehkan video call melalui laptop masing masing. “disini kita bolehkan santri membawa laptop, namun akses terbatas dengan tetap dalam pengawasan”, jelasnya.
Selanjutnya rombongan Tuan Guru Besilam Babussalam melihat mesjid yang sudah terbangun dikomplek pesantren. Dalam sambutannya, Tuan Guru Besilam Babussalam mengungkapkan ketakjubannya terhadap pesantren Modern termegah di Sumut ini. Suasana menjadi haru saat Tuan Guru berbagi pengalamanya ketika jadi santri. Dia juga mengungkapkan rasa bangga terhadap Firman. “ Mantan santri mampu membangun Pesantren yang sangat luas ini,” Sebutnya.
“Dulu langkat jadi kiblatnya pendidikan dan banyak kiai lahir dari Langkat. Langkat sangat susah untuk mencari tempat seminar dan hotel. Sekarang saya menyaksikan langsung Langkat memiliki itu semua” ungkap Tuan Guru kepada rombongan dan keluarga besar Firman.
Masih kata Tuan Guru, Lantunan salawat terdengar saat saya masuk ke pondok ini. Saya yakin dan percaya setelah mendengar penjelasan Firman dan melihat langsung fasilitas yang ada, pondok ini akan mendunia, paparnya.
Sebelum berdoa bersama, Firman mengatakan untuk syarat santri masuk ke pondok ini hanya 1 syarat khusus yaitu mampu membaca alquran. Kami disini membuka pintu lebar lebar untuk semua golongan, Siapapun boleh masuk, tutupnya. (Bnews – Dodi Kurniawan)
Share this content:




Comment