![]()
Dairi, BNEWS.ID – Kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak selalu harus dilakukan dalam situasi darurat. Hal tersebut terlihat saat Babinsa Koramil 04/Tigalingga, Kodim 0206/Dairi, Serda Parlindungan Simamora, hadir sebelum pelaksanaan ibadah Minggu di Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Desa Tigalingga, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Minggu (30/8/2026).
Serda Parlindungan Simamora melaksanakan monitoring sekaligus memantau situasi selama pelaksanaan ibadah yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga selesai. Sebelum ibadah dimulai, Babinsa menyempatkan diri berbincang dan berkomunikasi dengan sejumlah jemaat.
Komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, sekaligus mengetahui perkembangan situasi keamanan di lingkungan sekitar gereja. Kehadiran Babinsa sejak sebelum kegiatan dimulai juga menjadi langkah deteksi dini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan selama ibadah berlangsung.
Ibadah Minggu dipimpin oleh Pdt. Fivi Pelawi dengan mengangkat tema “Nggeluh Bagi Suruh-Suruhen Dibata” yang bersumber dari Roma 13:1. Sekitar 100 jemaat mengikuti ibadah dengan penuh khidmat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar gereja terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan yang dapat menghambat jalannya ibadah hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Danramil 04/Tigalingga, Kapten Inf J. Maibang, mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan warga di wilayah binaan.
Menurutnya, komunikasi secara langsung dengan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung deteksi dini terhadap perkembangan situasi di wilayah.
“Babinsa harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika terjadi permasalahan. Dengan membangun komunikasi dan silaturahmi secara langsung, diharapkan hubungan TNI dengan masyarakat semakin erat serta setiap potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan diantisipasi sejak dini,” ujar Kapten Inf J. Maibang.
Kegiatan monitoring berakhir dalam keadaan aman dan tertib. Kehadiran Babinsa di tengah jemaat menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui pengawasan, tetapi juga dengan membangun kepercayaan, kedekatan, dan rasa nyaman melalui komunikasi yang humanis dengan masyarakat. (*)
Share this content:






Comment