Hukum
Home » Jadi Korban Pelecehan Seksual, Sambi Menangis Warga Tapsel Mengadu Ke Ombudman RI Sumut

Jadi Korban Pelecehan Seksual, Sambi Menangis Warga Tapsel Mengadu Ke Ombudman RI Sumut

Loading

Medan – Bnews.id: Kesal atas pelayanan terhadap polisi atas kasus yang menimpa anakanya, warga Tapanuli Selatan mengadu ke Ombudman RI Perwakilan Sumut, di Jalan Sei Besitang Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/06/2022).

Seorang ibu bernama Fortina terlihat menangis saat berada di Kantor Ombudman RI Sumut untuk meminta pertolongan atas kasus pelecehan seksual yang dialami anaknya.

Warga Desa Aek Natas, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, itu datang bersama suami dan anaknya untuk mengadukan nasib yang dialami anaknya sebagai korban pelecehan oleh seorang pria berinisial AZ, pada November 2021 lalu.

Dia menyebut pelecehan seksual yang dialami anaknya yang masih berumur 9 tahun itu sudah dilaporkannya ke Polres Tapanuli Selatan pada November lalu. Namun, hingga kini, pelaku tidak juga kunjung ditahan meski sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Kabar Baik! Gangguan Keamanan Kereta Api di Sumut Turun 75 Persen, KAI Ungkap Masih Ada Pelemparan

Akibat lambatnya proses hukum yang dilakukan oleh polisi membuat Fortina dan keluarganya geram hingga akhirnya menemui ombudsman untuk melaporkan kejadian itu.

“Jadi, saya ke sini karena anak saya telah dilecehkan. Saya datang ke ombudsman memohon perlindungan untuk anak saya supaya tersangka itu bisa diproses,” kata Fortina sambil meneteskan air matanya.

Dia menyebut pihaknya sudah berupaya untuk mencari keadilan terhadap anaknya itu. Bahkan, mereka pun sudah melaporkan hal tersebut ke Polda Sumut.

Namun, dia menilai penanganan yang dilakukan polisi atas kasus anaknya itu sangat lambat. “Kinerja penyidik di PPA itu seolah-olah kami diobok-obok, dipermainkan seperti bola, di sana (polisi) disuruh ke Kejaksaan, kami tanya ke kejaksaan katanya berkasnya belum sampai,” ungkapnya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar menyebut pihaknya telah menerima laporan dari orang tua korban atas kasus dugaan pelecehan itu.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Kolaborasi dan Sinergi Lintas Instansi, Komitmen Bersama Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM di Aceh

Namun, ke depan Ombudsman masih akan meneliti lebih lanjut soal laporan tersebut. Jika nanti laporan itu, masuk dalam ranah ombudsman, maka pihaknya akan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait, termasuk Polres Tapsel.

“Yang dilaporkan ke kami adalah penyelenggaraan pelayanan di Polres Tapsel yang penyelesaian laporan ini terkesan lambat, berbelit belit dan dibola-bola. Nanti, akan kami teliti dahulu,” sebutnya.

Abyadi menyebut dari laporan yang disampaikan oleh keluarga korban, ada indikasi proses pelayanan yang lambat oleh Porles Tapsel sehingga membuat korban akhirnya mengadukannya ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut.

“Kami melihat, kami ada proses pelambatan dan layanan yang berbelit-belit sehingga menimbulkan ke khawatiran kepada keluarga korban,” pungkasnya. (Rel).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *