![]()
Batu Bara- Harga minyak goreng dalam beberapa pekan terus melonjak naik, hal ini membuat sejumlah pedagang “menjerit”.
Salah satunya, produksi rumahan peyek di Desa Mekar Laras, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara. Naiknya harga minyak berakibatkan kerugian meski jumlah produksi tetap.
“Kami memproduksi seribu dua ratus bungkus peyek, rata rata untuk per harinya menggunakan 80 kilogram minyak goreng.
jumlah produksi masih tetap, tetapi sejak naiknya harga minyak yang ada hanya merugi, tidak mendapatkan keuntungan,” Keluh Juriah, pengusaha produksi rumahan peyek saat ditemui, Selasa (11/01/2022).
Juriah juga mengungkapkan sejak naiknya harga minyak, dirinya terpaksa merumahkan sebagian pekerjanya.
“Terpaksa saya rumahkan sebagian pekerja karena tidak sanggup mengupahi mereka. Jangankan memberikan upah, modal saja ketimpangan. Biasanya mempekerjakan dua puluh orang sekarang hanya delapan orang saja,”Ucapnya
Juriah yang juga tulang punggung keluarga ini menjelaskan enggan menaikkan harga, lantaran pengusaha produksi rumahan peyek di wilayahnya belum berkordinasi mengenai kenaikan harga jual.
“Sama sekali belum ada yang naik untuk produksi peyek lainnya, karena belum ada komunikasi juga sesama pengusaha. Seharusnya kompak untuk pengusaha lain jadi harga bisa merata jika dipasarkan. Kalau kami naikkan sendiri yang ada pembeli sepi, alhasil terancam tutup, Ungkap Juriah.
Ia pun berharap pemerintah bisa menstabilkan harga minyak goreng, dengan begitu produksi rumahan peyek kembali normal.
Sementara itu, mengutip dari situs resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), Selasa (11/01/2022), harga minyak goreng curah dibanderol Rp. 18.700/kilogram sedangkan minyak goreng kemasan bermerek Rp.20.900/kilogram. (Ami).
Share this content:






Comment