GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Ragam
Home » Teror Harimau Sumatera di Bahorok Semakin Mengganas, 2 Ekor Lembu Kembali di Mangsa

Teror Harimau Sumatera di Bahorok Semakin Mengganas, 2 Ekor Lembu Kembali di Mangsa

Loading

Langkat –
Teror harimau Sumatera terhadap hewan ternak warga di kecamatan Bahorok kab. Langkat terus saja terjadi.  Kali ini dua ekor lembu milik warga kembali menjadi korban keganasan si raja hutan tersebut. 


Peristiwa ini diketahui warga sekitar pukul 07.00 wib tadi pagi (16/1) saat Beni yang akan pergi menderes getah, berangkat menuju Ranto Panjang Dsn VIII Pulau pisang desa Timbang Lawan untuk mengambil deresan getah yg rencananya akan dijual esok hari dipekanan getah. 


Sesampai ditempat ia menderes dikebun Rambung sdra Lias Ginting, dia melihat seekor lembu jantan warna putih telah tergeletak mati dengan leher bekas terkaman harimau yg diketahuinya sehari-hari diangon sdra Supri dan milik Iwan,lk, 45 thn, warga dusun VIII P. Pisang desa Timbang Lawan. 


Tidak berselang lama Beni kemudian berjumpa dengan sdra Boiman yg masih ada ikatan keluarga dengan Supri, dan Beni  menyuruh Boiman kerumah/gubuk Supri dan memberitahukan kejadian tersebut .

YBM PLN UID Sumut Kukuhkan GENCAR Batch III, GM PLN: Kepedulian Harus Tumbuh Menjadi Gerakan Berkelanjutan


Setelah ditunggu kemudian Supri datang ke TKP dan kemudian mencari 2 ekor lagi lembu betina warna coklat yg biasa diangonnya bersama lembu jantan yg telah mati tersebut dan sekira berjarak 50 Meter dr TKP lembu jantan putih yg mati diterkam harimau ditemukan lembu betina warna coklat juga mati diterkam harimau dengan sebelah paha dan bahagian belakang badan lembu telah dimakan harimau di sekitar parit ladang yg tergenang air dan semak semak.


Kapolsek Bahorok, AkP Pamilu Hutagaol, SH yang menerima laporan bersama Dinas Balai Besar TNGL Wil V bukit Lawang (BKSDA) dan Mitra/ NGO langsung mengecek lokasi dan mengamankan status Quo serta menghimbau warga sekitar mengamankan lembu peliharaan mereka masing – masing. 


Diperkirakan selama warga beberapa dusun dari desa yg ada di kec. Bahorok yg berbatas langsung dengan hutan TNGL masih mengangon dan memelihara hewan ternaknya disekitar kebun Rambung dan kebun kelapa sawit warga yg berdampingan dgn hutan TNGL dengan hanya mengikatkan lembu dibatang pohon dan tidak dikandangkan secara permanen, maka pemasangan perangkap oleh petugas dinilai tidak akan efektip, karna harimau masih mempunyai mangsanya berupa lembu warga yang lain yang ada disekitar perbatasan hutan. 


” memang benar kembali terjadi lembu yabg di mangsa harimau sebanyak 2 ekor,  namun selama ini petugas sudah berusaha memasang perangkap,  tapi karna masih saja ada hewan ternak warga yang di pelihara tanpa dikandangkan,  maka perangkap yang dibuat belum berhasil, ” ujar kapolsek. (TP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share