![]()
Langkat – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu, Gamal Sembiring mengatakan sebenarnya keberadaan kapal asing sudah sesuai prosedur.
” Sebenarnya sudah sesuai prosedur, mungkin karena ada mis komunikasi atau salah pemahaman saja, jadi kapal tersebut masuk kesana bukan bersandar kepulau sembilan tapi diarahkan kurang lebih 500 meter dari pantai Pulau Sembilan,” ujarnya.
Tujuan kapal tersebut kedaerah Pulau Sembilan sebenarnya masyarakat sudah memahami karena sudah ada sosialisasi, untuk mengangkat kerambah ikan hasil nelayan yang ada di Pulau Sembilan sudah rutinitas dalam setahun 3 sampai 4 kali mereka mengambil hasil panen, dan kapalnya yang itu juga.
Dijelaskannya lagi, ABK ada 6 orang, semuanya memang kru dari kapal tersebut, kapal berangkat dari Hongkong dan berlayar ke Penang, dari Penang berlayar ke Pangkalan Susu. ABK berasal dari Hongkong dan Vietnam, dan ikan yang diangkat jenis ikan kerapu milik perusahaan yang diberdayakan oleh seluruh bagian masyarakat Pulau Sembilan.
Selama ini aktifitas tersebut sudah berlangsung sekitar 10 tahun, dan berjalan normal saja, karena sudah menjadi rutinitas. Namun karena adanya pandemi Covid -19 ini, sudah sekitar tiga kali dirapatkan agar aktifitas penjeputan hasil panen ikan ditunda dahulu, dan hal tersebut disepakati (adanya kesepahaman).
Bahkan tanggal 30 kemarin telah diterima info akan ada kapal dari luar akan masuk keperairan Pangkalan Susu, dan hal tersebut sudah disosialisasikan keseluruh aparat, kepihak TNI, Polri, Syahbandar dan jbMuspika Di Pangkalan Susu, dan dari hasil laporan tidak ada permasalahan, ujarnya. (Bnews-Hidayat)
Share this content:




Comment