GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Ragam
Home » Hindari PHK, UKM Kuliner Terpaksa Buka Di Tengah Pandemi Covid-19

Hindari PHK, UKM Kuliner Terpaksa Buka Di Tengah Pandemi Covid-19

Loading

Binjai – Pendemi Covid-19 telah mewabah di Indonesia. Kota Binjai salah satu daerah yang terkena dampak Covid-19. Bukan rahasia umum lagi, Covid-19 selain mengancam kesehatan hingga berujung kematian, juga berdampak pada perekonomian seluruh Dunia.

Akibat wabah Covid-19 ini pemerintah memberlakukan aturan aturan untuk memutus mata rantai Virus Corona. Hal ini sangat dirasakan tentunya bagi para pembisnis Kuliner yang tidak bisa bebas menerima pelanggan seperti biasa.

Physical Distancing salah satu cara untuk memutus mata rantai virus vorona. Akibatnya banyak restoran yang harus memberlakukan kepada pelanggan metode take away.

Tak hanya sampai disitu saja, Demi mengikuti anjuran pemerintah sebuah Kafe ternama dikota Binjai bahkan harus menutup hingga memutuskan tidak beroperasi.

RS Adam Malik Dampingi Operasi Clipping Aneurisma Perdana di RSU Haji Medan

Taman Selfie sebuah Kafe yang dikenal dengan berbagai kreatifnya dan menjadi tempat tongkrongan anak muda kini terlihat sepi dari pengunjung. Dengan berbagai pertimbanganpun sang Owner Taman Selfie memutuskan untuk tidak beroperasi.

Owner Taman Selfie, Ahmadi saat dijumpai tim www.bnews.id pada Kamis Sore, 30 April 2020, mengatakan sebelum Kafenya ditutup beliau sudah berusaha mengikuti anjuran pemerintah seperti menyediakan Hand Sanitizer gratis, ucapnya.

Bahkan Ahmadi mengatakan ” Kami Kafe yang pertama tama yang menyediakan Handsanitizer Gratis untuk pengunjung. Kami sadar saat itu benda cair ini sangat mahal hingga langka. Tetapi kami berkomitmen untuk memutus mata rantai Covid-19″, paparnya.

Lebih lanjut, Ahmadi menceritakan bahwa Taman Selfie kami tutup sejak 31 Maret 2020. “Hal ini saya lakukan demi menyelamatkan kesehatan karyawan dan mendukung program pemerintah”, imbuhnya.

Berbagai usahapun terus dilakukan. Owner Taman Selfie tak kehabisan akal agar para karyawan tetap berpenghasilan selama Taman Selfie Lockdown. Ahmadi pun memodali para karyawan untuk menjual masker kain dan sebagian karyawan berjualan makanan dengan metode take away.

Perkuat Kolaborasi, GM PLN UID Sumut lakukan Kunjungan Kerja ke Kantor Gubernur Sumatera Utara

Tepat sebulan sudah, Taman Selfie Lockdown dari aktifitasnya. Banyak karyawan yang meminta kafe miliknya beroperasi kembali. Dengan prinsif mengikuti prosedur dari pemerintah, sang owner pun memutuskan Taman Selfie beroperi kembali diawal bulan Mei 2020.

” Bagi saya buka kembali di tengah pandemi Covid-19 ini adalah agar karyawan berpenghasilan keuntungan tidak jadi menjadi prioritas, Kita akan mengutamakan pelaggan Take Away” sambung Ahmadi.

“Saya menerapkan wajib masker bagi pengunjung yang datang dan para karyawan saya nantinya akan memakai faceshield , sarung tangan dan Masker. Untuk meja dan kursi kita akan kurangi hingga setengah dan nantinya meja kursi akan berjarak.” jelasnya.

Lebih dalam lagi, saat ditanya seberapa besar dampak Covid-19 bagi pelaku usaha kukiner? Owner Taman Selfie kembali menjelaskan, “Dampak Ekomomi dari Covid-19 sangat besar. Bahkan setelah selesai pandemi ini, kemungkinan pola membeli makanan akan memgalami perubahan yg signifikan. Hal ini harus disikapi oleh semua pelaku usaha kuliner. Dapat kita lihat Omzet turun hingga 80 % , hanya mengandalkan Pembelian online”, jelasnya.

Harapan kepada Pemerintah

Pemkab Deli Serdang Apresiasi Maha Kumbhaabhisegam, Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama

“Harapan saya untuk pemerintah , jika harus di lakukan PSBB dikota ini cepat laksanakan dan jangan tunda tunda lagi. Kenapa ? Agar Pemutusan mata rantai Covid-19 lebih cepat dan ekonomi kembali berputar. Jangan menunggu lebih banyak PHK massal”, tegasnya. (Bnews – Dodi Kurniawan)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share