![]()
Langkat – Sejumlah tenaga pendidik yang bertugas dibawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Langkat, memprotes, hingga melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Kemenag Kab. Langkat pada Senin (25/2/2020) siang.
Bukan tampa sebab, demo yang digelar ratusan guru honorer tersebut sebagai tanda penolakan atas sikap rancu yang ditunjukan Kemenag langkat terkait pencairan dana sertifikasi yang tak kunjung dibayarkan.
Arbain, salah satu honorer di Kemenag Langkat mengaku kecewa, dan memprotes perlakuan tersebut. Sebab hingga saat ini uang Sertifikasi yang seharusnya diterima mereka selama tujuh bulan, terhitung mulai dari tahun 2016 sampai 2018, dan 2019 belum dapat dibayarkan oleh pihak Kementrian Agama setempat dengan berbagai alasan.
” Sebanyak 700 orang guru honorer yang sudah Sertifikasi di Kabupaten Langkat hingga kini belum mendapatkan hak nya. Padahal uang Sertifikasi itu merupakan upah kami sebagai pengajar ” ujar Arbain kepada wartawan ditengah berlangsungnya aksi demo tersebut.
Ia juga menyampaikan moninal pencairan dana Sertifikasi perguru Honorer. Dikatakanya ” untuk satu orang guru Honor yang sudah sertifikasi menerima sebesar Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah perbulannya. Namun hingga saat ini hak kami belum juga terpenuhi ” katanya, seraya mengatakan ” padahal itu merupakan upah kami sebagai pengajar.
“Kami berharap, lanjut arbain,” agar pihak terkait dapat segera memenuhi tuntutan ini, karna uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ” harapnya.
Sebelumnya, pihak perwakilan dari para guru honorer sudah melakukan pertemuan pada akhir tahun 2019 lalu dengam pihak Kementrian Agama setempat. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan tentang penyelesaian atas tuntutan mereka. (Bnews – wan)
Share this content:




Comment