Ragam
Home » Laboratorium Teknologi Pasca Panen FPP UIN Suska Riau Gelar Pelatihan Penulisan Monograf dan Buku Referensi

Laboratorium Teknologi Pasca Panen FPP UIN Suska Riau Gelar Pelatihan Penulisan Monograf dan Buku Referensi

Loading

Bnews.id Pekanbaru – Upaya memperkuat budaya akademik, meningkatkan produktivitas karya ilmiah dan mendorong hilirisasi pengetahuan menjadi publikasi yang bernilai strategis, Laboratorium Teknologi Pasca Panen bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Tempe Indonesia (FTI) Riau, Nutrition Learning Action Club (N-LAC), dan laboratorium di lingkungan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau menyelenggarakan pelatihan bertema “Membangun Hubungan Kolaborasi dan Unggulan Inovasi Karya Monograf dan Referensi.” Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini bertempat di Gedung At Tiin, Ruang Pascasarjana Peternakan. Kegiatan ini dirancang sebagai forum penguatan kapasitas akademisi, peneliti, dosen, dan praktisi dalam menghasilkan karya monograf serta buku referensi yang berkualitas, sistematis, inovatif, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Ketua Panitia, Dr. Irdha Mirdhayati, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem kolaborasi akademik yang produktif, sekaligus memperluas ruang pertukaran gagasan dan pengalaman antarpakar lintas disiplin ilmu.

Menurutnya, publikasi buku akademik tidak semestinya dipandang hanya sebagai pemenuhan kewajiban administratif atau pencapaian angka kredit, melainkan sebagai instrumen penting dalam membangun tradisi keilmuan, mendokumentasikan hasil penelitian dan mentransformasikan pengetahuan menjadi sumber pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara luas.

BMKG Serahkan Alat Peringatan Dini ke Deli Serdang, Informasi Gempa hingga Tsunami Kini Bisa Diterima Lebih Cepat

“Penguatan kapasitas penulisan monograf dan buku referensi menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong lahirnya karya akademik yang tidak hanya memenuhi standar ilmiah, tetapi juga memiliki kebaruan pemikiran, kedalaman analisis, relevansi praktis, serta potensi memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat,” ungkapnya.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi akademik dan pengalaman professional yakni Prof. Dr. Yendraliza, S.Pt., M.P, Dr. Mahyarni, S.E., M.M. dan Nur Maharani, SP.

Kehadiran ketiga narasumber diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta, baik dari sisi pengembangan substansi keilmuan, pengelolaan gagasan akademik, maupun strategi membangun karya ilmiah yang terstruktur, memiliki daya saing, dan berorientasi pada kebermanfaatan.

Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan teknis, forum ini diharapkan mampu membangun pemahaman komprehensif mengenai pentingnya integrasi antara riset, publikasi ilmiah, inovasi, dan kemitraan kelembagaan.

Monograf dan buku referensi memiliki posisi strategis dalam memperkuat fondasi keilmuan karena memungkinkan hasil penelitian, pengalaman empiris, dan sintesis literatur dikembangkan menjadi pengetahuan yang lebih mendalam, terorganisasi, serta dapat digunakan sebagai rujukan akademik maupun dasar pengambilan keputusan.

Percepat Listrik Perdesaan, Kementerian ESDM Bersama PLN dan Pemprov Sumut Sinkronkan Usulan Lokasi

Dalam konteks pengembangan ilmu pertanian, peternakan, teknologi pangan, gizi, dan kewirausahaan, kolaborasi lintas laboratorium serta keterlibatan organisasi profesi dan komunitas keilmuan menjadi faktor penting dalam memperluas cakupan penelitian dan memperkuat relevansi hasil inovasi. Sinergi antara Laboratorium Teknologi Pasca Panen, FTI Riau, N-LAC, dan laboratorium di lingkungan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau diharapkan membuka peluang lahirnya karya-karya akademik yang mengintegrasikan pendekatan multidisipliner, termasuk pengembangan teknologi pengolahan hasil pertanian, diversifikasi pangan lokal, inovasi produk tempe, peningkatan kualitas gizi, serta penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Ketua DPW Forum Tempe Indonesia (FTI) Riau, Dr. Tahrir Aulawi, S.Pt., M.Si., sekaligus sebagai Kepala Laboratorium Teknologi Pasca Panen Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau menjadi bagian penting dalam penguatan jejaring kolaborasi antara kalangan akademisi dan komunitas pengembangan tempe. Keterlibatan FTI Riau diharapkan dapat memperluas ruang sinergi antara hasil penelitian perguruan tinggi dan kebutuhan nyata pelaku usaha pangan, khususnya dalam mendorong inovasi produk, peningkatan nilai tambah komoditas lokal, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan industri pangan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang diwakili oleh Wakil Dekan III, Dr. Deni Fitra, S.Pt., M.P., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan penulisan monograf dan buku referensi sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya akademik, meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah, serta mendorong pengembangan inovasi berbasis riset di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menegaskan bahwa penulisan karya akademik merupakan bagian penting dari tanggung jawab intelektual dosen dan peneliti dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, mendokumentasikan hasil penelitian, serta menyebarluaskan gagasan yang memberikan manfaat bagi dunia akademik dan masyarakat luas.

“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran laboratorium perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan diseminasi hasil penelitian,” ujarnya.

Tak Sekadar Digitalisasi,Peserta PKA Sumut Pelajari Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data dan Kolaborasi di Jakarta

“Laboratorium tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas praktikum dan pengujian, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk membangun kolaborasi riset, menghasilkan publikasi bereputasi, mengembangkan produk inovatif, serta mempertemukan kepentingan akademik dengan kebutuhan industri dan masyarakat” ungkapnya lagi.

Melalui pelatihan ini, panitia berharap tercipta tindak lanjut yang konkret berupa pengembangan naskah monograf dan buku referensi secara kolaboratif, pembentukan jejaring penulis lintas disiplin, serta penguatan agenda publikasi dan penelitian bersama.

Keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan peserta menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi karya ilmiah yang bermutu, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.


Pada akhirnya, kegiatan bertema “Membangun Hubungan Kolaborasi dan Unggulan Inovasi Karya Monograf dan Referensi” ini menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas menghasilkan penelitian, tetapi juga oleh kemampuan mengelola, mengembangkan, dan menyebarluaskan pengetahuan melalui karya akademik yang berkualitas. Kolaborasi yang kuat antara dosen, peneliti, laboratorium, organisasi profesi, dan komunitas inovasi diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya ekosistem akademik yang produktif, adaptif, dan berdaya saing dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian, pangan, gizi, dan ekonomi Indonesia. (FF)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *