![]()
MEDAN — Bnews.id: Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan memberikan klarifikasi resmi terkait insiden seorang pria yang diduga terjun bebas dari lantai 22 gedung kampus pada Rabu malam (07/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Pihak kampus memastikan bahwa korban bukanlah mahasiswa UNPRI, melainkan mahasiswa dari perguruan tinggi swasta lain di Kota Medan.
Kepala Humas UNPRI, Dr. Devi Marlin, SH, MH, melalui pesan WhatsApp pada Kamis pagi (08/10/2026), membenarkan peristiwa tragis tersebut dan menegaskan identitas korban yang sebenarnya. Ia menyatakan bahwa korban ditemukan oleh warga kampus di lantai 10 dalam keadaan telungkup usai jatuh dari lantai 22.
“Memang benar ada yang jatuh di kampus UNPRI pada Rabu 7 Oktober 2026, sekira pukul 19.00 WIB, dari lantai 22. Dan korban tersebut bukan mahasiswa UNPRI,” jelas Dr. Devi.
Dari data yang dihimpun pihak kampus, korban diketahui bernama Difo Rafael Andika Girsang. Berdasarkan penelusuran identitas, pemuda tersebut merupakan mahasiswa yang berkuliah di Universitas Satya Terra Bhineka yang berlokasi di Jalan Sunggal, Gang Bakul, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.
Melihat kondisi korban yang saat itu masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, warga dan pihak keamanan kampus berinisiatif memberikan pertolongan darurat dengan menghubungi rumah sakit terdekat yang berada di sekitar kawasan tersebut.
“Karena kami melihat ada yang tergeletak di lantai 10 dan juga melihat korban masih bernapas serta denyut nadinya juga masih ada, maka kami mempunyai inisiatif menghubungi RS terdekat. Maka pihak RSU Royal Prima membawa korban ke RS serta memberikan pertolongan pernapasan. Namun korban tidak merespon dan akhirnya meninggal dunia di RS,” ungkap Dr. Devi.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, korban diduga kuat sedang mengalami depresi berat. Letak geografis tempat tinggal korban yang berada tidak jauh dari kampus UNPRI membuat Difo kerap berkunjung ke lingkungan kampus, termasuk pernah mendatangi aula kampus ketika acara gereja dilangsungkan.
“Dari informasi pihak keluarga korban, bahwa korban saat ini mengalami depresi berat. Kemudian dari informasi pihak keluarga korban, bahwa korban pernah datang ke UNPRI saat gereja mengadakan acara di aula kampus tersebut. Selain itu, jarak rumah korban dengan kampus UNPRI cukup dekat,” pungkasnya (dodi kurniawan).
Share this content:




Comment