Pengabdi Negara
Home » Jembatan Kayu 11 Meter Jadi Jalan Hidup 200 KK di Dairi

Jembatan Kayu 11 Meter Jadi Jalan Hidup 200 KK di Dairi

Jembatan Kayu 11 Meter

Loading

Dairi, BNEWS.ID – Sebuah jembatan kayu sepanjang sekitar 11 meter menjadi tumpuan aktivitas ratusan warga Desa Tambahan, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Jembatan yang menjadi akses utama menuju kawasan perladangan itu kini mendapat perhatian karena kondisinya masih menggunakan konstruksi kayu.

Kondisi tersebut ditinjau langsung Babinsa Koramil 04/Tigalingga Kodim 0206/Dairi, Serka Jarlen Sinaga, bersama Kepala Desa Tambahan Barita Berutu dan tokoh masyarakat, Kamis (08/10/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jembatan yang selama ini digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama menuju lahan pertanian dan mengangkut hasil bumi.

Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 11 meter dengan lebar 4 meter dan berada sekitar 5 meter di atas aliran air. Meski menjadi jalur penting bagi warga, konstruksinya yang masih berbahan kayu dinilai membutuhkan perhatian agar akses masyarakat dapat digunakan secara lebih aman dan nyaman.

TNI dan Polri Serap informasi Bahas Keamanan Desa

Kepala Desa Tambahan, Barita Berutu, mengatakan jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju kawasan perladangan. Sekitar 200 kepala keluarga mengandalkan jalur tersebut untuk beraktivitas dan membawa hasil pertanian.

“Kami sangat berharap jembatan ini dapat dibangun dengan kondisi yang lebih layak karena menjadi akses utama masyarakat menuju perladangan,” ujar Barita.

Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya berkaitan dengan mobilitas warga, tetapi juga menyangkut roda perekonomian masyarakat. Akses yang lebih layak akan memudahkan petani mengangkut hasil bumi dari perladangan menuju permukiman.

Atas kondisi tersebut, pemerintah desa berharap pembangunan jembatan dapat diperjuangkan melalui program Karya Bakti TNI maupun mendapat perhatian dari pemerintah. Hasil peninjauan juga didukung dengan pengumpulan data dan dokumentasi sebagai gambaran faktual kondisi infrastruktur di lapangan.

Danramil 04/Tigalingga, Kapten Inf J. Maibang, mengatakan Babinsa memiliki peran penting dalam mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya.

Babinsa dan Pejabat Kecamatan Bahas Potensi Pertanian Warga STTU Jehe

“Kami mendorong Babinsa untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Setiap kondisi infrastruktur yang menjadi kebutuhan warga perlu didata dan dilaporkan secara nyata agar dapat menjadi bahan pengajuan kepada pemerintah di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Ia berharap kebutuhan pembangunan jembatan di Desa Tambahan mendapat perhatian sehingga akses masyarakat menuju kawasan pertanian dapat menjadi lebih aman, lancar, dan mendukung aktivitas ekonomi warga.

Bagi masyarakat Desa Tambahan, jembatan tersebut bukan sekadar penghubung antarlokasi. Di balik konstruksi kayunya, terdapat akses menuju lahan tempat warga menggantungkan kehidupan dan menghidupi keluarga.

Kini, warga berharap jembatan yang selama ini menjadi jalur penting bagi sekitar 200 kepala keluarga itu dapat segera mendapat perhatian dan ditingkatkan menjadi infrastruktur yang lebih layak (Arda)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *