![]()
Medan, BNEWS.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat lokomotif diesel seri BB302 sebagai salah satu sarana penggerak paling ikonik dan bernilai sejarah tinggi. Lokomotif ini menjadi “endemik” sekaligus identitas khas perkeretaapian di wilayah Sumatera Utara.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan lokomotif buatan pabrikan Henschel, Jerman Barat, tersebut memegang peran krusial dalam jejak modernisasi perkeretaapian Sumut, khususnya saat transisi dari era lokomotif uap menuju era diesel.
“BB302 menjadi bagian penting dari sejarah dieselisasi di Sumatera Utara. Lokomotif ini pernah menjadi tulang punggung perjalanan kereta api penumpang maupun barang, sekaligus menjadi identitas sarana perkeretaapian di wilayah ini,” ujar Anwar di Medan, Sabtu (27/09/2026) siang.
Anwar menjelaskan, kedatangan BB302 oleh Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada 1970—atau lima tahun setelah hadirnya lokomotif diesel pertama di Sumut pada 1965—bertujuan untuk memperkuat angkutan komoditas perkebunan. Dari total enam unit yang pernah diproduksi oleh Henschel untuk Indonesia, seluruhnya dialokasikan khusus untuk bertugas di wilayah Sumatera Utara.
Dalam riwayat operasionalnya, setelah bertugas selama 25 tahun melayani angkutan penumpang dan barang, seluruh unit BB302 menjalani program modernisasi pada rentang tahun 1998 hingga 2000. Langkah peremajaan tersebut berfokus pada penggantian mesin asli Maybach Mercedes-Benz menjadi mesin seri MTU (Motoren- und Turbinen-Union) guna meningkatkan performa serta memperpanjang masa pakai operasional.
Penggantian mesin MTU tersebut berhasil meningkatkan daya keluaran (power output) lokomotif dari semula 900 Horse Power (HP) menjadi 1.200 HP, dengan batas kecepatan maksimum mencapai 80 kilometer per jam.
Saat ini, setelah 56 tahun menjadi saksi perjalanan perkeretaapian di Sumatera Utara, tersisa satu unit lokomotif yang masih aktif beroperasi di Divre I Sumut, yakni seri BB3027001. Lokomotif tersebut kini difungsikan khusus untuk mendukung dinas langsir di area stasiun.
Keberadaan unit tersisa ini semakin unik karena tampil beda dengan balutan livery vintage warna kuning-hijau khas era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
Anwar menegaskan bahwa KAI Divre I Sumatera Utara terus memelihara keberadaan lokomotif langka ini sebagai bagian dari upaya merawat memori kolektif dan warisan sejarah perkeretaapian nasional.
“Hadirnya BB302 yang kini bertugas untuk dinas langsir menjadi pengingat perjalanan panjang modernisasi perkeretaapian di Sumatera Utara. KAI berkomitmen menjaga dan merawat sarana bersejarah ini sebagai bagian dari pelestarian warisan perkeretaapian Indonesia yang tetap memberikan nilai tambah bagi operasional hingga saat ini,” kata Anwar. (Fahmi)
Share this content:




Comment