Politik
Home » Di Balik Gemerlap Imlek, Wong Chun Sen Hadir Menyalakan Harapan Anak-Anak Medan

Di Balik Gemerlap Imlek, Wong Chun Sen Hadir Menyalakan Harapan Anak-Anak Medan

Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, Menyusuri Gang Sempit di Kota Medan. (Foto: Bnews.id/ist)

Loading

BNEWS.ID, Medan – Dalam semangat menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026, di tengah suasana penuh harapan dan doa, Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, kembali menunjukkan bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah kemanusiaan.

Ketika sebagian orang sibuk mempersiapkan perayaan, Wong justru memilih menyusuri gang-gang sempit di Kota Medan. Tangannya tak kosong. Ia membawa susu, vitamin, dan nutrisi namun yang lebih besar dari itu, ia membawa kepedulian.

Kunjungan pertamanya berhenti di sebuah rumah sederhana di Jalan Mustapa Gang 7, Kelurahan Pulau Brayan Darat I, Medan Timur. Di sanalah Zihan Aris Pakpahan (5) terbaring. Bocah kecil itu tak hanya berjuang melawan stunting, tetapi juga cerebral palsy. Tubuhnya masih lemah, geraknya terbatas.

Sang ibu, Siska Melfi Putri, tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Baginya, kehadiran Wong bukan hal baru.

Ade Jona dan Bobby Nasution Gotong Royong Bersihkan Sungai Deli

“Sejak tahun lalu, saat beliau masih anggota DPRD, sampai sekarang menjadi Ketua DPRD Medan, beliau tetap datang melihat kondisi Zihan,” ujarnya, sabtu (14/02/2026).

Bagi Wong, jabatan yang kini disandangnya tidak mengubah langkahnya. Ia tetap datang, tetap menunduk menyapa, tetap memastikan Zihan mendapat perhatian yang layak.

Dari Medan Timur, langkahnya berlanjut ke Jalan Gurilla, Kecamatan Medan Perjuangan. Di sana, Adriel Delano Siagian (4) menyambutnya dengan panggilan yang begitu akrab, “Opung Wong.”

Sapaan polos itu seolah menghapus sekat antara pejabat dan rakyat. Adriel kini sudah bisa berjalan, meski kemampuan bicaranya masih terbatas. Sebuah perkembangan yang menjadi bukti bahwa perhatian yang konsisten mampu melahirkan harapan.

“Terima kasih Pak Wong atas kepedulian terhadap anak-anak stunting di Kota Medan,” ucap keluarga dengan tulus.

HUT ke-18 Partai, Gerindra Sumut Gelar Gotong Royong Bersih Sungai

Perjalanan kemanusiaan itu berlanjut ke rumah Asifa Amelia di Jalan Pimpinan Gang Langgar. Kondisi Asifa memprihatinkan. Ia hanya bisa terbaring lemah. Tanpa banyak kata, Wong menyerahkan susu dan vitamin kepada sang nenek yang setia merawatnya. Tatapannya tegas, namun matanya menyimpan empati yang dalam.

Kunjungan terakhirnya menuju rumah Afia Indira Putri di Jalan Pertiwi Gang Kesuma. Meski keluarga sedang tidak berada di rumah, Wong tetap menitipkan bantuan kepada tetangga. Baginya, bantuan tak boleh tertunda hanya karena prosedur formalitas.

Di sela-sela kunjungannya, Wong menegaskan bahwa apa yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial.

“Ini kewajiban kita sebagai sesama manusia untuk membantu. Saya melihat sendiri beberapa anak yang dulu kita pantau kini sudah pulih dan tumbuh normal. Artinya, stunting bisa kita atasi bersama,” tegasnya.

Bagi Wong Chun Sen Tarigan, menjadi wakil rakyat bukan hanya soal duduk di kursi rapat atau berbicara di balik meja sidang. Wakil rakyat adalah tentang hadir menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan.

Sugiat Santoso Ajak Kader Perkuat Kekompakan dan Pengabdian Untuk Masyarakat di HUT Partai Gerindra

Di tengah perayaan Imlek yang identik dengan keberuntungan dan kebahagiaan, Wong memilih menebar harapan. Ia percaya, Medan yang kuat adalah Medan yang anak-anaknya tumbuh sehat.

“Ini perjuangan bersama,” ujarnya mantap.

Dan dari gang-gang kecil itu, harapan tentang Kota Medan bebas stunting perlahan menyala berkat kepedulian seorang wakil rakyat yang memilih turun langsung, bukan sekadar berjanji. (Fahmi)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share