Ragam
Home / Ragam / Pedagang Menjamur, Lalu Lintas Pasar Sibuhuan Palas Semerawut

Pedagang Menjamur, Lalu Lintas Pasar Sibuhuan Palas Semerawut

Loading

Padang Lawas –
Pedagang kaki lima yang semula berjualan diwilayah khusus yaitu Pasar Pagi, pada bulan Ramadhan ini pindah berjualan ke ibu kota Sibuhuan. Sehingga pasar pagi tempat mereka berdagang setiap hari kini sepi dan senyap.

Mulai dari Ramadhan pertama sampai hari ini Jumat (23/4/2021) pedagang kaki lima terlihat menjamur di Persimpangan Empat kelurahan Sibuhuan Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas (Kab. Palas) Provinsi Sumatera Utara.

Sepanjang tepi jalan persimpangan empat Sibuhuan diisi oleh para pedagang kaki lima separti sayur mayur, ikan, daging dan bumbu masakan. Bahkan berdagang sampai menggunakan badan jalan.

“Ini sudah seperti tradisi bagi para pedagang, begitu memasuki bulan puasa pasti mereka akan berjualan ditepi jalan. Sampai – sampai tempat parkir kamipun di serobot mereka.” kata pak hasibuan seorang penarik becak bermotor.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang “Galodo” di Kabupaten Solok

Aktifitas ini membuat lalu lintas beberapa kali terlihat macet, disebabkan kendaraan sulit berselisih. Sebab para pedagang berjejer tanpa ada jarak bahkan seberang jalan juga diisi pedagang.

Tentunya hal ini dapat mengancam keselamatan pengguna jalan dan dapat menjadi pemandangan tidak bagus buat para pendatang yang kebetulan melintas di wilayah sibuhuan.

Terpantau beberapa orang Petugas Lalu Lintas dari Suku Dinas Perhubungan Kab Palas kerepotan mengatur kemacetan. Bahkan sesekali harus mendorong kendaraan yang mogok tiba – tiba, seolah tidak ada waktu buat mereka beristirahat.

“Ini sudah tradisi, entah siapa yang memulai dan mengajak. Cuma sebulan dalam setahun kami berdagang seperti ini. Hanya dari habis subuh sampai jam sembilan pagi.” dikatakan Boru Nasution yang setiap hari berjualan sayur mayur.

Sebelas hari sudah berlangsung, namun dari pihak kelurahan atau kecamatan belum ada tindakan apapun. Bahkan dari Dinas atau instansi yang menangani pasar dan pedagang juga belum terlihat tindakan apapun. Padahal hal ini dapat mengancam keselamatan pengguna jalan dan dapat menjadi pemandangan tidak bagus buat para pendatang yang kebetulan melintas di wilayah sibuhuan. (MIT)

Srikandi PLN UID Sumut Dukung 35 Perempuan Kembangkan Usaha Opak di Desa Suka Raya

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *