Ragam
Home » Warga Simpang Empat : Kaji Ulang Pembangunan Rehap Masjid Nurul Wathan

Warga Simpang Empat : Kaji Ulang Pembangunan Rehap Masjid Nurul Wathan

Loading

Asahan –
Rehapan Masjid Nurul Wathan Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara (Prov. Sumut)
Sudah memasuki tahap peletakan batu pertama hari Kamis (25/3/2021).

Namun demikian masyarakat Desa Simp. 4 masih mempertanyakan pembangunan tersebut, utamanya pada bentuk dan ukurannya. Oleh Karenanya warga meminta kepada Panitia Pembangunan Masjid dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Wathan untuk melaksanakan Musyawarah Ulang. Menurut pengakuan seorang warga berinisial ZP_red) pada tim media ini hari Jumat (26/3/2021) di kediamanny.

“Warga sudah melayangkan surat permohonan Pengkajian Ulang Rencana Pembangunan Masjid di awal maret tempo hari kepada Panitia Pembangunan dan BKM. sampai sekarang tidak ada tanggapan.” Katanya.

Laboratorium Teknologi Pasca Panen FPP UIN Suska Riau Gelar Pelatihan Penulisan Monograf dan Buku Referensi

Seperti dilansir media cetak Asahan Pos dan Bidik Indonesia Edisi 22 – 28 Maret 2021 Ada 4 poin permintaan warga yang harus dimusyawarahkan kembali bersama masyarakat, secara garis besar yaitu : 1. Kajian ulang biaya dengan model bangunan terbaru, 2. Kajian ulang ukuran bangunan dengan lahan yang tersedia, 3. Kajian ulang ukuran bangunan agar dapat menambah kapasitas jemaah, 4. Kajian ulang efektif dan efisien penggunaan anggaran.

“Pernah musyawarah tetapi hanya mendengarkan hasil keputusan bulat panitia yang isinya masjid lama akan dibangun ulang dan dibacakan akan dibangun setelah hari raya Idul Fitri tujuan tidak mengganggu ibadah di bulan puasa. Tetapi masukan dari warga tidak mendapat tanggapan.” seperti di jelaskan ZP.

Karena surat warga tidak kunjung ada tanggapan. Warga meminta Kepala Desa Simp. 4 untuk mengundang Panitia Pembangunan dan BKM untuk musyawarah. Tetapi surat Kepala Desa juga tidak ditanggapi. Bukannya hadir memenuhi undangan, pihak panitia dan BKM mempercepat pembangunan dengan melaksanakan peletakan batu pertama.

“Tujuan warga positif, mengingat Masjid berada ditepi jalan umum, hendaknya bentuk dan ukurannya di kaji ulang. Agar tidak kesan kuno dan dapat menampung kapasitas jemaah lebih banyak. Kalau tidak ada juga tanggapan kami akan layangkan surat tersebut kepada DPRD, Bupati, bahkan sampai ke Gubernur.” Tutupnya (MIT)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *