![]()
Medan –
Virus Corona masih mewabah di Indonesia, kususnya Kota Medan Sumatera Utara. Hal ini sangat berdampak kepada perekonomian. Covid-19 yang masih betah di kota Medan ini, sehingga semua orang dipaksa untuk taat protocol kesehatan hingga membatasi ruang gerak perputaran ekonomi.
Hampir semua kalangan pengusaha terimbas dari dampak pendemi ini, bahkan pengusaha kalangan menengahpun mengakui penurunan perputaran keuangan dalam bisnisnya. Bagaimana nasib usaha kecil menengah yang harus berjuang dalam masa Covid-19 ini, dimana semua orang membatasi ruang geraknya!.
Rifakidin (35) seorang pengrajin jasa pembuatan plang merek atau plat kendaraan di Medan. Pria asal Batu Bara ini sudah 10 tahun menggeluti keterampilanya dalam pembuatan plang merek atau plat kendaraan.
Saat ditemui tim awak media Ayah yang memiliki 2 orang anak ini mengaku kehilangan omsetnya 50% akibat dampak virus corona yang masih mewabah hingga saat ini. Sebelumnya, Dalam 1 hari Rifakidin bisa mendapat 10-30 omset pesanan pembuatan Plat. “ Sejak Covid-19 ini untuk tembus 10 plat saja susah, bahkan tidak ada sama sekali orderan yang masuk”, ungkap Rifakidin sambil melukis sebuah plat.
Untuk plat kendaraan roda 2, ucok memasang tarif paling murah 30.000 dan kendaraan roda empat 80.000. “ Harga tergantung kerumitan dari permintaan pemesan bang”, jelasnya
Rifakidin berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kalangan kebawah seperti dirinya dan berharap Covid-19 cepat hilang dari Indonesia agar bisa beraktifitas normal seperti biasa.(dodi kurniawan).
Share this content:




Comment