GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Ekonomi
Home » Menjaga Denyut Rel Sejak 1915, Sei Bejangkar Tetap Melayani Masyarakat Batu Bara

Menjaga Denyut Rel Sejak 1915, Sei Bejangkar Tetap Melayani Masyarakat Batu Bara

Loading

Batu Bara, BNEWS.ID – Lebih dari satu abad lalu, tepatnya pada 6 Agustus 1915, peluit kereta api pertama kali menggema di Desa Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara. Saat itu, jalur Rantau Laban–Tanjungbalai yang dibangun oleh perusahaan kereta api pada masa kolonial, Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), resmi dibuka.

Sejak saat itu, Stasiun Sei Bejangkar menjadi bagian dari perjalanan panjang perkeretaapian di pesisir timur Sumatera Utara. Lebih dari 100 tahun kemudian, stasiun tersebut masih melayani masyarakat dan menjadi salah satu simpul mobilitas warga di Kabupaten Batu Bara.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan keberadaan Stasiun Sei Bejangkar memiliki arti penting, baik dari sisi sejarah maupun dalam mendukung mobilitas masyarakat.

“Stasiun Sei Bejangkar memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Lebih dari satu abad setelah mulai beroperasi, stasiun ini tetap dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan kereta api,” ujar Anwar. Minggu (20/09/2026).

Rangkaian Pertamina SMEXPO 2026 Resmi Dimulai, Pekanbaru Jadi Kota Pertama lakukan Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pembinaan UMKM

Masyarakat di Desa Sei Bejangkar dan wilayah sekitarnya yang banyak menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan perkebunan menjadikan kereta api sebagai salah satu pilihan transportasi untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Keberadaan stasiun turut menghubungkan kawasan tersebut dengan sejumlah pusat kegiatan ekonomi dan perkotaan di Sumatera Utara.

Pada awal perkembangannya, jalur kereta api di wilayah ini banyak dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas dan pengangkutan komoditas perkebunan. Seiring perkembangan wilayah dan kebutuhan masyarakat, fungsi tersebut kemudian berkembang menjadi layanan transportasi massal yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum.

Saat ini, Stasiun Sei Bejangkar melayani perjalanan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai pulang-pergi (PP). Layanan tersebut menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat Kecamatan Sei Balai dan sekitarnya yang bepergian menuju Medan, Tanjungbalai, maupun wilayah lain di sepanjang jalur perjalanan kereta api tersebut.

Tingginya pemanfaatan layanan tersebut tercermin dari pertumbuhan jumlah pelanggan dalam tiga tahun terakhir. Pada periode Januari–Agustus 2024, Stasiun Sei Bejangkar melayani sebanyak 35.466 pelanggan naik dan turun.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 38.284 pelanggan pada periode yang sama pada 2025, atau tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren pertumbuhan berlanjut pada Januari–Agustus 2026, ketika jumlah pelanggan mencapai 42.289 orang atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Komisaris Pertamina Patra Niaga Panel Barus Tinjau Agen LPG di Batam, Dukung Kesiapan Penyaluran LPG Bersubsidi untuk KDKMP

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api tetap memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Batu Bara dan sekitarnya.

Anwar mengatakan, keberadaan stasiun yang telah berusia lebih dari satu abad tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur perkeretaapian yang memiliki nilai sejarah dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

“Perjalanan Stasiun Sei Bejangkar merupakan bagian dari sejarah perkeretaapian Sumatera Utara sekaligus perjalanan masyarakat di wilayah Batu Bara. KAI terus menjaga pelayanan perjalanan kereta api agar stasiun ini dapat terus dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu pilihan transportasi,” tutur Anwar. (F08)

Share this content:

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, BRI KC Medan Thamrin Pererat Kedekatan dengan Nasabah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share