GESER UNTUK MELANJUTKAN KONTEN BERITA
Ragam
Home » Kebun Kelapa Sawit Warga di Paluta Hangus Dilahap Sijago Merah

Kebun Kelapa Sawit Warga di Paluta Hangus Dilahap Sijago Merah

Loading

Paluta-

Warga yang sedang beristirahat setelah makan siang dan menunaikan ibadah, tiba – tiba dikejutkan oleh kepulan asap putih tak jauh dari permukiman warga, Minggu (20/9/2020) di Desa Mangaledang Godang Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Kab. Paluta) Provinsi Sumatera Utara.


Beberapa orang warga langsung menuju asal kepulan asap tersebut, ternyata si Jago Merah sedang menari bebas dan melahap dengan cepat kebun kelapa sawit warga sekitar.


Pemilik kebun yang diberitahu bergegas memadamkan api bersama warga sekitar dengan peralatan seadanya, berupa ranting kayu dan pelepah kelapa sawit serta mengantisipasi agar tidak merebak ke kebun yang lain.

Srikandi PLN UID Sumut Dukung 35 Perempuan Kembangkan Usaha Opak di Desa Suka Raya


“Belum tahu pasti datangnya darimana api ini, tapi yang paling parah kerusakan tepat di tengah kebun saya.” di jelaskan SM.Harahap pemilik kebun yang terbakar.


Menurutnya angin dan cuaca panas, serta rerumputan yang kering membuat api dengan cepat melahap kebunnya yang tidak jauh dari permukiman rumah warga.


Setelah lebih dua jam berjuang mengantisipasi pemadaman api bersama beberapa warga, akhirnya dapat di padamkan dan tidak sampai ke permukiman warga.


“Ada puluhan hektar kebun disini, tetapi cuma kebun saya yang paling parah terbakar, bukan cuma rumputnya tapi pohon kelapa sawit saya juga ikut terbakar, padahal sudah masa produksi.” Ujar SD.Harahap terduduk lemas ditemani Rozi Hrp, Romo, komar dan warga setelah memadamkan api.


Ketika ditanyakan berapa banyak  kerusakan atau kerugian dan apakah ada kecurigaan kebakaran merupakan ulah orang yang tidak bertanggung jawab.

KA Putri Deli Sempat Berhenti Usai Berangkat, KAI Tegaskan Kereta Api Tidak Tergelincir


“Kerusakan dan kerugian diperkirakan sebanyak ratusan juta rupiah, sampai saat ini kami belum bisa memutuskan apa – apa, kami masih terus berjaga dan menyelikinya.” Tutup SD.Harahap, yang sehari hari berprofesi sebagai Penyidik di salah satu instansi Pemerintah Kab. Paluta (MIT)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share