Ekonomi
Home / Ekonomi / Berusia 111 Tahun, Stasiun Bandar Tinggi Kini Jadi Simpul Strategis Menuju Kuala Tanjung

Berusia 111 Tahun, Stasiun Bandar Tinggi Kini Jadi Simpul Strategis Menuju Kuala Tanjung

Stasiun Bandar Tinggi

Loading

Simalungun, BNEWS.ID – Lebih dari satu abad menjadi bagian dari perjalanan perkeretaapian Sumatera Utara, Stasiun Bandar Tinggi di Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, kini memiliki peran yang semakin strategis.

Stasiun kelas III yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara tersebut mulai beroperasi sejak 1915, bersamaan dengan peresmian jalur kereta api segmen Tebing Tinggi–Kisaran.

Seiring perkembangan jaringan perkeretaapian, fungsi Stasiun Bandar Tinggi tidak lagi sebatas melayani perjalanan penumpang. Sejak 2018, stasiun tersebut berkembang menjadi titik awal percabangan jalur kereta api menuju Pelabuhan Kuala Tanjung, sekaligus menjadi bagian penting dalam konektivitas logistik Sumatera Utara.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pengembangan Stasiun Bandar Tinggi berjalan seiring dengan pembangunan jalur logistik berbasis rel menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Gubernur Kepulauan Riau Eratkan Sinergi untuk Kelancaran Energi Kepulauan

“Stasiun Bandar Tinggi memiliki peran tersendiri karena berada di lintas utama Medan–Tebing Tinggi–Kisaran sekaligus menjadi titik percabangan menuju Kuala Tanjung. Keberadaan jalur sepanjang 21,5 kilometer spoor (kmsp) tersebut memperluas fungsi stasiun, dari yang semula melayani perjalanan masyarakat kini juga memperkuat rantai logistik angkutan barang,” ujar Anwar. Selasa (06/10/2026).

Jalur percabangan tersebut terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei hingga Pelabuhan Kuala Tanjung. Konektivitas tersebut membuka alternatif distribusi berbasis rel bagi produk industri dari pusat produksi menuju simpul logistik dan perdagangan di kawasan pelabuhan.

Dengan demikian, keberadaan Stasiun Bandar Tinggi tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga berperan dalam mendukung konektivitas industri dan logistik di Sumatera Utara.

Di tengah penguatan peran logistik, Stasiun Bandar Tinggi tetap menjadi salah satu simpul mobilitas masyarakat.

Stasiun tersebut masih melayani naik dan turun penumpang untuk KA Putri Deli serta KA Datuk Blambangan. Masyarakat dari wilayah Simalungun maupun Batu Bara dapat memanfaatkan layanan kereta api tersebut untuk berbagai kebutuhan perjalanan.

Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 Ditutup, Catat Nilai Transaksi Hingga Ratusan Juta Rupiah

Data KAI Divre I Sumatera Utara menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Bandar Tinggi tercatat melayani 31.003 pelanggan, terdiri dari 15.531 penumpang naik dan 15.472 penumpang turun.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat sebanyak 26.628 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Stasiun Bandar Tinggi semakin dibutuhkan masyarakat, sekaligus memiliki potensi untuk terus mendukung aktivitas ekonomi warga di kawasan sekitarnya.

Anwar menegaskan KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api, baik dalam melayani kebutuhan mobilitas masyarakat maupun mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan posisinya sebagai titik percabangan menuju Kuala Tanjung, Stasiun Bandar Tinggi kini memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar tempat naik dan turun penumpang. Simpul tersebut menjadi bagian dari jaringan yang mempertemukan transportasi kereta api, kawasan industri, dan pelabuhan dalam satu rantai konektivitas logistik,” pungkas Anwar.

Rangkaian Pertamina SMEXPO 2026 Resmi Dimulai, Pekanbaru Jadi Kota Pertama lakukan Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pembinaan UMKM

Dari stasiun yang berusia lebih dari satu abad, terbentang konektivitas baru yang menghubungkan masyarakat, kawasan industri dan pelabuhan. Stasiun Bandar Tinggi pun menjadi salah satu gambaran bagaimana infrastruktur perkeretaapian masa lalu terus bertransformasi untuk menjawab kebutuhan ekonomi dan mobilitas masa kini. (red)

Share this content:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *